Kabar18.com

Kamis, 15 Oktober 2026

Kemenkes Kerahkan 2.106 Nakes Tangani Karhutla di Indonesia

Kementerian Kesehatan mengerahkan 2.106 tenaga kesehatan ke tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota terdampak karhutla. Kasus ISPA mencapai 277.075 hingga 12 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang mengenakan pakaian pelindung medis, kacamata pelindung, dan masker respirator dari samping.
Ilustrasi: Seseorang mengenakan pakaian pelindung medis, kacamata pelindung, dan masker respirator dari samping. · Foto: Matilda Wormwood / Pexels

Jakarta — Kementerian Kesehatan mengerahkan 2.106 tenaga kesehatan untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan di tujuh provinsi serta 63 kabupaten/kota di Indonesia pada 15 Oktober 2026.

Selain personel, pemerintah menyalurkan sekitar tiga juta masker, oksigen konsentrator, obat-obatan, dan alat pelindung diri ke wilayah terdampak. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan, sistem rujukan, serta pemantauan penyakit ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.

Data kumulatif Kementerian Kesehatan hingga 12 Oktober 2026 mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak. Sebanyak 62.400 kasus terjadi pada anak berusia 0-5 tahun. Distribusi masker mencapai lebih dari 2,8 juta melalui berbagai sumber pemerintah pusat dan daerah.

Wilayah yang terdampak berada di Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Sebelumnya, pemerintah mencatat lebih dari tiga juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap pada Agustus 2026.

Dampak karhutla memperbesar kebutuhan layanan kesehatan

Penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman, tetapi juga perlindungan warga dari paparan asap dan gangguan pernapasan. Kementerian Kesehatan menyatakan dukungan personel dan logistik diarahkan ke titik terdampak, sementara fasilitas kesehatan disiapkan untuk menangani peningkatan kasus.

Kementerian Kesehatan sebelumnya menyebut 1.691 puskesmas dan 36 rumah sakit rujukan siap memberikan pelayanan terkait dampak kesehatan karhutla. Kualitas udara yang tidak sehat hingga berbahaya menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak usia 0-5 tahun.

Data kasus dan kebutuhan layanan terus dipantau di daerah terdampak. Pemerintah juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.