Kemendikdasmen Ajak Sekolah Identifikasi Sampah Harian
Kemendikdasmen memperbarui ajakan agar sekolah mengidentifikasi sampah harian dan membenahi pengelolaan lingkungan. Gerakan ini terkait aksi lingkungan di ribuan sekolah.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong sekolah membangun budaya peduli lingkungan melalui ajakan mengidentifikasi sampah harian dan memperbaiki pengelolaan lingkungan sebagai aksi nyata, bukan sekadar deklarasi, dalam pembaruan pada 18 Oktober 2026.
Ajakan tersebut mencakup perubahan yang dimulai dari kondisi nyata di lingkungan sekolah. Sekolah diminta mengidentifikasi jumlah sampah harian, memperbaiki pengelolaan sampah, menjaga kebersihan toilet dan saluran air, serta menghemat penggunaan energi dan air.
Kemendikdasmen menyebut hasil identifikasi lingkungan dapat menjadi dasar perbaikan yang terintegrasi dalam rencana kerja dan anggaran sekolah. Pendekatan ini menempatkan kebiasaan sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan perilaku ramah lingkungan di satuan pendidikan.
Budaya lingkungan menghubungkan pembelajaran dan aksi sekolah
Upaya tersebut dijalankan melalui kolaborasi Kemendikdasmen dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Agama. Pendidikan lingkungan didorong hadir melalui proses pembelajaran, pembiasaan hidup bersih, dan perbaikan sarana prasarana sekolah.
Program ini terutama menyasar sekolah yang belum pernah mengikuti Program Sekolah Adiwiyata. Dalam pelaksanaannya, kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, konservasi air, serta penghematan energi menjadi bagian dari perbaikan lingkungan sekolah.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup sebelumnya menyatakan sinergi dengan Kementerian Agama dan Kemendikdasmen menggerakkan 2.649 sekolah di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Sekolah-sekolah itu didorong menjalankan aksi terukur selama 30 hari, termasuk perbaikan tata kelola kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, konservasi air, dan konservasi energi.
Hasil identifikasi kondisi lingkungan sekolah selanjutnya diharapkan masuk ke dalam rencana kerja dan anggaran sekolah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Politik
Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim di Jakarta
Gibran Rakabuming Raka dan Kemendikdasmen diadukan ke Bareskrim di Jakarta Selatan terkait dokumen penyetaraan pendidikan yang dipakai dalam pencalona…
Terbaru di Pendidikan

Berita utama hari ini

Baca juga





