Kodam Jaya Jelaskan Pelibatan Prajurit dalam Pengamanan Demo Bundaran HI
Kodam Jaya menyatakan prajuritnya mengamankan demonstrasi di Bundaran HI pada 28 Oktober 2026 atas permintaan Polda Metro Jaya. Kodam membantah pengerahan penembak runduk, sementara DPR menyoroti prosedur hukumnya.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Bundaran Hotel Indonesia — Kodam Jaya mengonfirmasi pada 29 Oktober 2026 bahwa prajuritnya terlibat dalam pengamanan demonstrasi mahasiswa BEM Universitas Indonesia dan masyarakat di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada 28 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Pembaca perlu mengetahui dasar pelibatan prajurit TNI dalam pengamanan demonstrasi, bantahan pengerahan sniper, dan sorotan DPR terhadap prosedurnya.
Kepala Penerangan Kodam Jaya Letnan Kolonel Arh Noor Iskak mengatakan pengerahan itu dilakukan atas permintaan Polda Metro Jaya dan sesuai prosedur yang berlaku. Ia menyebut pelibatan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI, khususnya ketentuan Operasi Militer Selain Perang.
Kodam Jaya juga membantah pengerahan penembak runduk atau sniper dalam pengamanan aksi tersebut. Noor menyatakan prajurit yang berada di lokasi berasal dari Kodam Jaya, tetapi tidak ditugaskan sebagai penembak runduk.
Menurut laporan RRI, kehadiran prajurit TNI itu menuai kritik dari Koalisi Masyarakat Sipil. Perdebatan berpusat pada dasar hukum dan prosedur pelibatan TNI dalam pengamanan demonstrasi.
Jumlah personel gabungan yang dikerahkan untuk mengawal aksi tersebut mencapai 14.324 orang, berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi yang dikutip IDN Times. Jumlah personel TNI secara khusus tidak dirinci.
Pada 30 Oktober 2026, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengingatkan bahwa pelibatan TNI dalam demonstrasi harus memenuhi prosedur hukum. Ia menyebut aturan mengenai penanganan konflik sosial dan Operasi Militer Selain Perang sebagai bagian dari kerangka yang perlu diperhatikan.
Dalam keterangannya, Hasanuddin mengatakan prajurit TNI yang membantu kepolisian berada di bawah kendali operasi Polri. Pernyataan itu menambah sorotan terhadap pelibatan TNI dalam pengamanan aksi di Bundaran HI.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pertahanan
Forum Purnawirawan TNI Gelar Gerakan Pemakzulan Gibran
Forum Purnawirawan Prajurit TNI kembali dikaitkan dengan gerakan pemakzulan Gibran. Kelompok itu juga terlibat dalam gugatan syarat pendidikan Wakil P…
Terbaru di Pertahanan
Berita utama hari ini

Baca juga


