Kabar18.com

Senin, 2 November 2026

Kodam Jaya Jelaskan Pelibatan Prajurit dalam Pengamanan Demo Bundaran HI

Kodam Jaya menyatakan prajuritnya mengamankan demonstrasi di Bundaran HI pada 28 Oktober 2026 atas permintaan Polda Metro Jaya. Kodam membantah pengerahan penembak runduk, sementara DPR menyoroti prosedur hukumnya.

Oleh

· 2 menit baca

Bundaran Hotel Indonesia — Kodam Jaya mengonfirmasi pada 29 Oktober 2026 bahwa prajuritnya terlibat dalam pengamanan demonstrasi mahasiswa BEM Universitas Indonesia dan masyarakat di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada 28 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Pembaca perlu mengetahui dasar pelibatan prajurit TNI dalam pengamanan demonstrasi, bantahan pengerahan sniper, dan sorotan DPR terhadap prosedurnya.

Kepala Penerangan Kodam Jaya Letnan Kolonel Arh Noor Iskak mengatakan pengerahan itu dilakukan atas permintaan Polda Metro Jaya dan sesuai prosedur yang berlaku. Ia menyebut pelibatan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI, khususnya ketentuan Operasi Militer Selain Perang.

Kodam Jaya juga membantah pengerahan penembak runduk atau sniper dalam pengamanan aksi tersebut. Noor menyatakan prajurit yang berada di lokasi berasal dari Kodam Jaya, tetapi tidak ditugaskan sebagai penembak runduk.

Menurut laporan RRI, kehadiran prajurit TNI itu menuai kritik dari Koalisi Masyarakat Sipil. Perdebatan berpusat pada dasar hukum dan prosedur pelibatan TNI dalam pengamanan demonstrasi.

Jumlah personel gabungan yang dikerahkan untuk mengawal aksi tersebut mencapai 14.324 orang, berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi yang dikutip IDN Times. Jumlah personel TNI secara khusus tidak dirinci.

Pada 30 Oktober 2026, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengingatkan bahwa pelibatan TNI dalam demonstrasi harus memenuhi prosedur hukum. Ia menyebut aturan mengenai penanganan konflik sosial dan Operasi Militer Selain Perang sebagai bagian dari kerangka yang perlu diperhatikan.

Dalam keterangannya, Hasanuddin mengatakan prajurit TNI yang membantu kepolisian berada di bawah kendali operasi Polri. Pernyataan itu menambah sorotan terhadap pelibatan TNI dalam pengamanan aksi di Bundaran HI.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pertahanan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.