Kabar18.com

Selasa, 20 Oktober 2026

KSSK Bahas Stabilitas Ekonomi dan Inflasi Pangan di Jakarta

Rapat KSSK di Istana Kepresidenan membahas stabilitas ekonomi. Bank Indonesia melaporkan inflasi inti September 2,8 persen dan inflasi pangan 5 persen.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Cabai rawit merah dan hijau dalam kantong plastik beserta bumbu dapur lainnya.
Ilustrasi: Cabai rawit merah dan hijau dalam kantong plastik beserta bumbu dapur lainnya. · Foto: Matheus Bertelli / Pexels

Jakarta — Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan pejabat ekonomi melaporkan kondisi perekonomian Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi di Istana Kepresidenan, Senin, 19 Oktober 2026. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut ekonomi Indonesia tetap resilien di tengah kondisi global yang tidak stabil.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan inflasi inti pada September masih 2,8 persen. Namun, inflasi pangan atau volatile food mencapai 5 persen dan dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

BI menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menjaga inflasi pangan melalui pengendalian pasokan dan distribusi. Langkah tersebut diarahkan agar inflasi pangan kembali berada dalam koridor sasaran BI 2,5 persen plus minus 1 persen.

Inflasi pangan berpengaruh pada daya beli masyarakat

Tekanan pada harga pangan menjadi perhatian karena berpotensi menggerus daya beli masyarakat. Sementara itu, inflasi inti yang tetap terkendali digunakan BI sebagai gambaran bahwa pergerakan perekonomian domestik masih stabil.

Rapat tersebut juga membahas ketahanan ekonomi, stabilitas rupiah, dan reformasi pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan meneruskan reformasi pasar modal Indonesia.

Angka tersebut berasal dari publikasi BI yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Pembahasan dalam rapat mencakup kondisi ekonomi Indonesia, perkembangan inflasi, dan langkah pengendalian harga pangan. KSSK dan pejabat ekonomi menyampaikan laporan tersebut dalam rapat koordinasi di Istana Kepresidenan Jakarta kepada Presiden Prabowo Subianto.

Inflasi inti September tetap tercatat 2,8 persen, sedangkan inflasi pangan mencapai 5 persen. BI menilai kondisi inflasi pangan perlu mendapat perhatian pemerintah melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Pengendalian pasokan dan distribusi menjadi bagian dari langkah yang diarahkan untuk menjaga inflasi pangan agar kembali berada dalam koridor sasaran BI.

Rapat juga menempatkan ketahanan ekonomi, stabilitas rupiah, serta reformasi pasar modal sebagai bagian dari pembahasan. OJK menyatakan akan meneruskan reformasi pasar modal Indonesia. Sementara itu, inflasi inti yang tetap terkendali digunakan BI sebagai gambaran bahwa pergerakan perekonomian domestik masih stabil.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.