Mengatur Jeda Siang agar Kantuk Tidak Mengacaukan Jadwal Tidur
Tidur siang singkat dapat membantu sebagian orang, tetapi waktu dan durasinya perlu diperhatikan agar tidak mengganggu istirahat malam.
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Rasa mengantuk pada siang atau sore hari dapat mengganggu konsentrasi bekerja. Mengatur jeda secara terencana dapat menjadi bagian kebiasaan harian, dengan tetap memperhatikan pola makan, aktivitas, dan tidur malam.
ANTARA pada Minggu, 20 September 2026, merangkum pembahasan tentang penurunan energi pada sore hari. Laporan yang merujuk Real Simple itu menekankan pentingnya makan secara teratur, kecukupan cairan, serta menyisipkan gerak di antara kegiatan. Saran tersebut bersifat umum dan tidak menentukan penyebab kelelahan setiap orang.
Untuk pilihan beristirahat, panduan Mayo Clinic yang diperbarui 6 November 2024 menyebut tidur siang selama 20 hingga 30 menit sebagai durasi yang ideal bagi orang dewasa sehat. Tidur terlalu lama dapat membuat seseorang merasa linglung sesudah bangun.
Waktunya juga berpengaruh. Mayo Clinic menyarankan tidur siang pada awal sore; tidur setelah pukul 15.00 dapat menyulitkan sebagian orang untuk tidur nyenyak pada malam hari. Kebutuhan tidur dan jadwal tiap orang tetap perlu diperhitungkan.
Setelah bangun, berikan waktu untuk kembali waspada sebelum melanjutkan kegiatan yang membutuhkan respons cepat. Tidur siang juga tidak cocok bagi semua orang, terutama bila justru memperburuk kesulitan tidur malam.
Apabila kebutuhan tidur siang mendadak meningkat atau rasa lelah terus muncul setelah bangun pagi, panduan itu menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menilai penyebabnya.
Sumber: ANTARA, 20 September 2026; Mayo Clinic, 6 November 2024.
Foto: Mx. Granger, CC0.
Berita berikutnya

16.000 Pelari Ikuti Pocari Sweat Run Bandung Akhir Pekan Ini, Jalan Tidak Ditutup Penuh
Pocari Sweat Run Bandung 2026 berlangsung 19–20 September dengan start dan finis di Balai Kota. Wali Kota Muhammad Farhan memastikan tak ada penutupan…

