Kabar18.com

Minggu, 20 September 2026

Mengatur Jeda Siang agar Kantuk Tidak Mengacaukan Jadwal Tidur

Tidur siang singkat dapat membantu sebagian orang, tetapi waktu dan durasinya perlu diperhatikan agar tidak mengganggu istirahat malam.

Redaksi Kabar18

Editor: Mursyid Sonsang

· 1 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi kamar tidur di apartemen berlayanan di London, Inggris, 24 Agustus 2020. Foto arsip, diperkecil otomatis oleh CMS.
Ilustrasi kamar tidur di apartemen berlayanan di London, Inggris, 24 Agustus 2020. Foto arsip, diperkecil otomatis oleh CMS. · Foto: Mx. Granger / Wikimedia Commons / CC0

Rasa mengantuk pada siang atau sore hari dapat mengganggu konsentrasi bekerja. Mengatur jeda secara terencana dapat menjadi bagian kebiasaan harian, dengan tetap memperhatikan pola makan, aktivitas, dan tidur malam.

ANTARA pada Minggu, 20 September 2026, merangkum pembahasan tentang penurunan energi pada sore hari. Laporan yang merujuk Real Simple itu menekankan pentingnya makan secara teratur, kecukupan cairan, serta menyisipkan gerak di antara kegiatan. Saran tersebut bersifat umum dan tidak menentukan penyebab kelelahan setiap orang.

Untuk pilihan beristirahat, panduan Mayo Clinic yang diperbarui 6 November 2024 menyebut tidur siang selama 20 hingga 30 menit sebagai durasi yang ideal bagi orang dewasa sehat. Tidur terlalu lama dapat membuat seseorang merasa linglung sesudah bangun.

Waktunya juga berpengaruh. Mayo Clinic menyarankan tidur siang pada awal sore; tidur setelah pukul 15.00 dapat menyulitkan sebagian orang untuk tidur nyenyak pada malam hari. Kebutuhan tidur dan jadwal tiap orang tetap perlu diperhitungkan.

Setelah bangun, berikan waktu untuk kembali waspada sebelum melanjutkan kegiatan yang membutuhkan respons cepat. Tidur siang juga tidak cocok bagi semua orang, terutama bila justru memperburuk kesulitan tidur malam.

Apabila kebutuhan tidur siang mendadak meningkat atau rasa lelah terus muncul setelah bangun pagi, panduan itu menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menilai penyebabnya.

Sumber: ANTARA, 20 September 2026; Mayo Clinic, 6 November 2024.

Foto: Mx. Granger, CC0.

Berita berikutnya

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.