Positif Influenza Naik ke 38 Persen, Kemenkes Nilai Terkendali, Sepertiga Kasus Balita
Proporsi positif influenza di laboratorium naik dari 22 menjadi 38 persen dalam sepekan. Kemenkes menilai aktivitasnya masih rendah dan musiman; sepertiga kasus ditemukan pada anak usia 0–4 tahun.
Oleh Asyinta Sastra
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Jakarta — Kementerian Kesehatan menyatakan kenaikan kasus influenza A pada awal September 2026 masih mengikuti pola musiman dan terkendali, meski proporsi positif pada pemeriksaan laboratorium naik menjadi 38 persen dari 22 persen sepekan sebelumnya. Sepertiga kasus ditemukan pada anak usia 0–4 tahun.
Laporan surveilans Kemenkes dengan data hingga 12 September merinci, dari 175 spesimen yang diperiksa pada minggu ke-35, sebanyak 66 positif influenza. Hampir semuanya, 63 spesimen, adalah influenza A(H1N1)pdm09. Dua lainnya A(H3N2) dan satu influenza B Victoria.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menilai angka itu belum menggambarkan lonjakan. Saat dihubungi JawaPos.com pada Selasa, 15 September, ia juga menanggapi kabar instalasi gawat darurat (IGD) yang penuh. “IGD di mana dan sebabnya apa belum tahu persis. Kalau dari data nasional tidak ada lonjakan khusus flu A,” katanya.
Pada Jumat, 18 September, di Jakarta, Aji mengakui kasus penyakit serupa influenza bertambah di beberapa kota. Namun, menurut laporan NU Online, ia menyebut data nasional 2025–2026 memperlihatkan flu musiman, rumah sakit yang penuh hanya satu-dua, dan puskesmas, klinik, serta rumah sakit lain masih sanggup melayani pasien.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penilaian serupa seusai rapat di DPR, Rabu, 16 September. Ia membenarkan ada kenaikan, terutama influenza tipe A dengan sedikit rhinovirus, dan belum melihat perbedaan berarti dibanding tahun-tahun sebelumnya. Budi menyebut virus yang beredar bukan strain berbahaya. “Tapi sampai so far saya masih bisa lihat ini masih terkendali,” ujarnya, seperti dikutip detikNews.
Mengapa ini penting
Bagi keluarga dengan anak kecil, angka 33 persen itulah yang paling relevan. Data 35 rumah sakit sentinel menunjukkan hal senada: pasien influenza yang dirawat pada pekan tersebut paling banyak berusia 0–4 tahun. Kemenkes, seperti dilaporkan detikHealth pada Kamis, 17 September, meminta orang tua mencermati batuk dan demam pada anak, menjalankan protokol kesehatan dasar, dan menjaga daya tahan tubuh.
Kata “terkendali” tidak berarti angkanya diam. Tiga indikator surveilans naik bersamaan. Di rumah sakit sentinel, proporsi positif influenza bergerak dari 4,5 ke 26,3 persen. Kemenkes tetap menggolongkan aktivitas influenza pada kategori rendah dan sesuai pola musiman. Pada pekan itu tidak ada pasien influenza yang dirawat di ruang perawatan intensif rumah sakit sentinel.
Angka kunci
- 38 persen: proporsi positif influenza pada minggu ke-35, naik dari 22 persen pekan sebelumnya.
- 66 dari 175 spesimen positif influenza; 63 di antaranya A(H1N1)pdm09.
- 33 persen kasus terdeteksi pada kelompok usia 0–4 tahun.
- Kasus serupa influenza (ILI) naik ke 0,29 persen dari 0,27 persen kunjungan puskesmas sentinel; infeksi saluran pernapasan akut berat (SARI) naik ke 1,42 persen dari 1,24 persen rawat inap rumah sakit sentinel.
- Pemantauan berjalan di 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan.
Satu catatan soal periode data. Indoposco mengutip surveilans minggu ke-34, hingga 5 September, yang menempatkan aktivitas influenza nasional pada level rendah. Laporan sepekan berikutnya memuat kenaikan proporsi positif, tetapi kategorinya tidak berubah. Laman laporan itu berjudul minggu ke-36, sedangkan angka influenzanya ditulis sebagai minggu ke-35. Bagian Poin Utama di laman yang sama bahkan menulis tidak ada peningkatan proporsi kasus influenza, padahal tabel indikatornya mencatat kenaikan. Kemenkes mencantumkan bahwa data beberapa pekan terakhir masih bersifat sementara dan dapat berubah.
Kata para pihak
Ketua DPR Puan Maharani meminta penjelasan yang utuh. “Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia,” kata Puan dalam keterangan pers yang dikutip Indoposco, Jumat, 18 September. Ia meminta pemerintah menjamin ketersediaan layanan IGD, menyoroti anak usia dini sebagai kelompok paling rentan menurut laporan Kemenkes, serta mengimbau warga memakai masker di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan makan makanan bergizi.
Indoposco dan NU Online melaporkan, dalam sepekan terakhir warga di media sosial mengeluhkan anak demam tinggi dan IGD yang padat, antara lain di Bandung dan Surabaya. Aji, pada 15 September, menyatakan lokasi dan penyebab kepadatan itu masih perlu ditelusuri.
Apa selanjutnya
Kemenkes melanjutkan pemantauan lewat sentinel fasilitas kesehatan. Budi menyebut rumah sakit dicek rutin untuk melihat kenaikan kasus influenza, dan ia meminta daerah melapor bila menemukan kenaikan kasus atau pasien dengan kondisi berat.
Laman surveilans Kemenkes memuat imbauan bagi masyarakat: menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker di kerumunan atau saat batuk, pilek, dan demam, serta tinggal di rumah ketika bergejala flu. Warga diminta segera ke fasilitas kesehatan bila gejala memburuk atau tidak membaik setelah lebih dari tiga hari. Kementerian juga menganjurkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.
Antara pada Sabtu, 19 September, menerbitkan infografik pencegahan yang menyebut kasus influenza A meningkat pada awal September tetapi masih di tingkat rendah.
Sumber
- Kementerian Kesehatan — Laporan pengawasan kasus influenza dan COVID-19, data hingga 12 September 2026
- JawaPos.com — Kemenkes pastikan kasus influenza A tetap terkendali secara nasional
- detikHealth — Kasus influenza A naik, balita paling banyak terinfeksi
- detikNews — Menkes sebut bukan strain berbahaya dan masih terkendali
- NU Online — Kemenkes ingatkan kelompok rentan lansia dan anak-anak
- Indoposco — Ketua DPR dorong penerapan prokes dan edukasi masyarakat
- Akurat — Kasus influenza naik, Menkes pastikan masih terkendali
- ANTARA — Infografik: cegah penularan influenza A
Berita berikutnya

Wihaji: Anak Keluarga Mampu Pun Bisa Stunting bila Pengasuhan Terabaikan
Menteri Kependudukan Wihaji menyebut risiko stunting tak berhenti di soal ekonomi. Dari 74,1 juta keluarga yang didata pada 2025, 8,1 juta berisiko; p…
Baca juga




