Menteri UMKM Evaluasi KUR untuk Perbaiki Penyaluran 2027 di Jakarta
Menteri UMKM Maman Abdurrahman akan mengaudit dan mengevaluasi penyaluran KUR serta mempercepat integrasi sistemnya ke Sapa UMKM untuk persiapan program 2027.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan akan melakukan audit, pemantauan, dan evaluasi besar-besaran terhadap implementasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Rabu, 4 November 2026, di Jakarta Selatan.
Evaluasi tersebut mencakup percepatan integrasi sistem penyaluran KUR ke platform Sistem Aplikasi Pelayanan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Sapa UMKM). Kementerian UMKM menyebut langkah itu ditujukan untuk meningkatkan transparansi, keterpaduan data, serta ketepatan sasaran pembiayaan.
Maman mengatakan evaluasi dilakukan setelah kementeriannya menyelesaikan sejumlah urusan terkait program Kredit Program Perempuan Prasejahtera bersama PT Permodalan Nasional Madani. Ia juga meminta bank penyalur KUR mendukung integrasi sistem tersebut dan akan mempertanyakan komitmen bank yang tidak bersedia melakukannya.
Menurut laporan, integrasi sistem KUR lebih kompleks karena program tersebut telah berjalan dalam waktu panjang. Pemerintah tetap mendorong percepatan agar pengawasan penyaluran pembiayaan berlangsung lebih terstruktur.
Integrasi data menentukan ketepatan penyaluran KUR
Evaluasi juga diarahkan untuk memperbaiki penyaluran pembiayaan ke sektor produktif. Kementerian UMKM menyatakan porsi penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 65% dari total alokasi anggaran Rp300 triliun. Capaian itu meningkat dibandingkan realisasi sebelumnya yang berada di kisaran 57% dan belum pernah menembus 60%.
Pemerintah menargetkan pelaksanaan program KUR pada 2027 berjalan lebih baik, transparan, dan tepat sasaran. Integrasi dengan Sapa UMKM diharapkan membantu pemerintah memantau distribusi pembiayaan, memperkuat kualitas data, serta menilai pelaksanaan program secara lebih terukur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Bulog Lelang 380 Ribu Ton Beras Pecah untuk UMKM
Pemerintah melelang 380 ribu ton beras pecah milik Bulog seharga Rp11.000 per kilogram untuk bahan baku UMKM, serta menyiapkan stok jagung bagi petern…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





