Jelang Hari Perdamaian, Aksi Bersama Bisa Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Hari Perdamaian Internasional jatuh pada Senin, 21 September 2026. Selain seruan penghentian kekerasan, peringatan ini membuka ruang pendidikan dan kegiatan bersama masyarakat.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Hari Perdamaian Internasional diperingati pada Senin, 21 September 2026. Sehari menjelang peringatan itu, kegiatan pendidikan dan kerja bersama masyarakat dapat menjadi cara konkret mengenalkan makna perdamaian di lingkungan terdekat.
Kalender resmi Pemerintah Afrika Selatan menjelaskan bahwa Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan peringatan tersebut pada 1981. Pelaksanaan pertamanya berlangsung pada September 1982. Pada 2001, resolusi berikutnya menetapkan 21 September sebagai hari tanpa kekerasan dan gencatan senjata.
Pokok seruannya menyangkut penghentian permusuhan, tetapi ruang partisipasi masyarakat juga mencakup pendidikan dan penyadaran publik. Karena itu, pembicaraan tentang perdamaian dapat hadir dalam kegiatan sekolah, kelompok warga, atau komunitas yang mempertemukan orang dengan latar belakang berbeda.
Time and Date mencatat beberapa bentuk kegiatan yang digunakan untuk memperingatinya, antara lain penanaman pohon, pertunjukan seni, paduan suara, serta kegiatan lintas agama. Sebagian peserta juga mengadakan hening pada tengah hari menurut waktu setempat. Daftar ini merupakan contoh praktik peringatan, bukan pengumuman bahwa kegiatan tersebut pasti berlangsung di Indonesia pada 2026.
Bagi komunitas yang ingin berpartisipasi, pilihan paling sederhana adalah menetapkan satu kegiatan dengan tujuan yang jelas. Diskusi tentang penyelesaian perbedaan tanpa kekerasan atau kerja bersama merawat ruang publik dapat disiapkan sesuai kebutuhan setempat. Penyelenggara perlu menjelaskan siapa yang terlibat dan apa yang ingin dicapai, tanpa mengklaim kegiatan kecil sebagai penyelesaian konflik yang lebih luas.
Kalender Time and Date menggolongkan tanggal ini sebagai peringatan PBB, bukan hari libur umum. Artinya, partisipasi dapat disesuaikan dengan agenda sekolah maupun pekerjaan. Makna hari tersebut dapat dibawa ke kegiatan sehari-hari melalui kesempatan belajar, bertemu, dan bekerja bersama secara terencana.
Foto arsip: Virginia State Parks staff, CC BY2.0. Digunakan sebagai ilustrasi; bukan dokumentasi peristiwa 2026.
Sumber
Berita berikutnya

Pesparani Pontianak Ditutup dengan Ajakan Merawat Persaudaraan
Pada penutupan Pesparani Katolik III, Wali Kota Pontianak mengajak peserta membawa semangat persaudaraan ke kehidupan sehari-hari dan ruang digital.
Baca juga




