Para Kepala Madrasah “Ngopi” Bareng HBA, Sekolah Agama Makin Diminati
Ngobrol pendidikan Islam dengan HBA, sapaan akrab Hasan Basri Agus, ini sangat tepat. HBA yang duduk di Komisi VIII yang bermitra dengan kementerian agama.
Oleh Doddi Irawan
· 3 menit baca
KOTAJAMBI, KABAR18.COM - Puluhan kepala madrasah di Kota Jambi, dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah, negeri maupun swasta, berkumpul di aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi, Sabtu, 22 Juli 2023.
Mereka berkumpul sambil "ngopi". Tapi ini ngopinya beda, bukan cuma minum kopi, tapi Ngobrol Pendidikan Islam. Yang hadir seluruhnya kepala madrasah, tidak diwakili.
Menariknya, teman mereka "ngopi" bukan kaleng-kaleng, tapi dengan sejumlah orang penting. Ada Drs H Hasan Basri Agus MM, anggota DPR RI periode 2019 - 2024 dari Partai Golkar daerah pemilihan Provinsi Jambi.
Ngobrol pendidikan Islam dengan HBA, sapaan akrab Hasan Basri Agus, ini sangat tepat. HBA yang duduk di Komisi VIII bermitra dengan kementerian agama. Sementara, para kepala madrasah berada di bawah naungan kementerian agama.
Selain HBA, juga hadir Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI, Ir Syahrasaddin, Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi Prof DR Asad Isma, Pemerhati Pendidikan Martunis Yusuf, dan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi Zoztafia S.Ag M.Pd.I.
Acara "ngopi" ini berlangsung santai. Sejumlah kepala madrasah menyampaikan langsung uneg-uneg, saran, masukan, dan usulannya kepada HBA. Mereka juga mendapat pencerahan dari Profesor Asad Isma dan Martunis Yusuf tentang perkembangan terbaru dunia pendidikan.
Dalam ngobrol bareng anggota legislatif ini, sejumlah kepala madrasah mengeluhkan soal minimnya sarana dan prasarana di sekolah mereka. Dari kekurangan ruang belajar, hingga Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dan hancurnya akses jalan menuju sekolah.
Soal PPDB, hampir seluruh kepala madrasah merasa senang, meski cukup lelah. Sejak beberapa tahun terakhir banyak orang tua yang memasukkan anaknya sekolah ke madrasah. Ini menjawab masalah kekurangan siswa pada PPDB di Jambi baru-baru ini.
“Kami senang, karena kuota penerimaan siswa terpenuhi. Begitu jadwal penerimaan tutup, teng, kami tutup. Tidak ada kejadian kekurangan siswa seperti di sekolah-sekolah umum,” ungkap sejumlah kepada MTs dan MAN.
Menurut HBA, Zoztafia, Asad Isma dan Martunis, fenomena ini memberi angin segar bagi sekolah-sekolah madrasah. Itu pertanda para orang tua lebih mengutamakan pendidikan agama Islam bagi anak-anaknya.
HBA menampung seluruh curhatan para kepada madrasah itu. Sebagian besar yang disampaikan sudah diketahui HBA. Gubernur Jambi periode 2010 - 2015 ini memang rajin menemui konstituennya setiap reses ke Jambi.
“Saya juga sudah mendengar keluhan ini. Persoalan itu juga terjadi di provinsi lain di Indonesia. Hasil ngobrol hari ini akan saya bawa ke panja dan rapat bersama Menteri Agama di DPR RI nanti,” katanya.
HBA menilai madrasah perlu mendapat perhatian lebih, terutama dari para kepala daerah, seperti wali kota, bupati bahkan gubernur. Madrasah di desa sangat penting, karena ini lah basic bagi anak-anak generasi kedepan.
Di pusat, cerita HBA, anggaran kementerian agama akan bertambah, dari 70 triliun rupiah menjadi 72 triliun rupiah. Dia berharap penambahan itu juga berdampak pada peningkatan mutu sekolah-sekolah madrasah.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Dedi Irama Silalahi, sangat berterima kasih pada HBA yang membuat program “Ngopi” ini. Dengan begitu para kepala madrasah ada tempat curhat dan mengadu. Rencananya “Ngopi” juga dilaksanakan di beberapa kabupaten lainnya. ***
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
DPR Sahkan APBN 2027 dengan Belanja Negara Rp4.106,26 Triliun
DPR mengesahkan APBN 2027 menjadi undang-undang pada 29 September 2026. Belanja negara ditetapkan Rp4.106,26 triliun, pendapatan Rp3.435,10 triliun, d…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga





