Kabar18.com

Minggu, 18 Oktober 2026

PDI Perjuangan Jadwalkan Pekan Peduli Sampah Nasional pada November

PDI Perjuangan menjadwalkan Pekan Peduli Sampah Nasional pada 9–14 November 2026. M. Zamroni membagikan pengalaman mengelola sampah melalui Tunas Hijau sejak 1999.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah tangan memegang segenggam bahan organik cacahan jerami atau silase di luar ruangan.
Ilustrasi: Sebuah tangan memegang segenggam bahan organik cacahan jerami atau silase di luar ruangan. · Foto: Mark Stebnicki / Pexels

Jakarta — PDI Perjuangan menyampaikan rencana Pekan Peduli Sampah Nasional pada 17 Oktober 2026. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada 9–14 November 2026, dengan pelaksanaan di seluruh Indonesia dan pusat kegiatan di Jakarta.

Mengapa ini penting: Pembaca di berbagai daerah perlu mengetahui rencana pengolahan sampah organik pada 9–14 November 2026 yang akan melibatkan kader partai hingga tingkat desa.

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang lingkungan hidup dan kehutanan, Eriko Sotarduga, mengatakan kegiatan tersebut akan berfokus pada pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk. Program itu melibatkan kader partai hingga tingkat desa.

Menurut Eriko, pengolahan sampah akan didorong menggunakan biodekomposer untuk mempercepat penguraian sisa makanan dan dedaunan serta mengurangi bau. Pada puncak kegiatan, 14 November 2026, pembersihan dan pemilahan sampah direncanakan berlangsung di ibu kota provinsi dan kabupaten.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan forum tersebut juga menjadi ajang berbagi pengalaman para kepala daerah dalam mengelola sampah dan lingkungan. Kegiatan terpusat direncanakan berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pengalaman M. Zamroni

Dalam forum yang sama, penggerak lingkungan M. Zamroni menceritakan pengalamannya mengampanyekan pengelolaan sampah melalui Tunas Hijau sejak 1999. Ia mengatakan ketertarikannya pada persoalan sampah bermula setelah mengikuti program pertukaran pemuda ke Australia.

Sepulang dari Australia, Zamroni bersama tim mengajak masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Ia juga mendorong kebiasaan menggunakan saku sebagai tempat sampah sementara dan mengurangi penggunaan air mineral dalam kemasan sekali pakai.

Sejak 2002, gerakan itu diperluas dengan melibatkan anak-anak dan remaja melalui Akademi Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup. Zamroni mencontohkan seorang siswa sekolah dasar yang mampu mengolah 110 kilogram sampah organik per hari atau sekitar 3,3 ton per bulan.

Ia juga menyebut seorang anak bersama keluarganya mampu mengolah hingga 125 kilogram sampah organik dalam sehari di rumah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.