Polda Jambi Siapkan Program Pelatihan Kerja untuk Warga
Polda Jambi menyiapkan program Polisi Peduli Pengangguran bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan lembaga vokasi untuk memperluas akses keterampilan serta peluang kerja warga.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jambi — Polda Jambi menyiapkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) melalui kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan lembaga pelatihan vokasi pada 23 Oktober 2026. Program ini diarahkan untuk membantu warga meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja, serta mendorong kemandirian ekonomi.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Jambi (Satpel PVP Jambi) di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kunjungan itu menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Poliran.
Dalam program tersebut, Polda Jambi menilai pemetaan kondisi pengangguran di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi diperlukan agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemetaan itu juga mencakup kebutuhan, keluhan, dan kendala warga dalam memperoleh pelatihan keterampilan maupun pekerjaan.
Kapolda Jambi menyampaikan bahwa kerja sama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan diperlukan untuk memperluas akses informasi serta kesempatan peningkatan kompetensi. Sebagai langkah awal, Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi akan berkoordinasi dengan Satpel PVP Jambi untuk menyebarluaskan informasi pelatihan vokasi yang tersedia.
Pelatihan memperluas akses kerja warga Jambi
Pelatihan vokasi ditujukan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis agar lebih produktif dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Warga juga diharapkan dapat menggunakan keterampilan tersebut untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Usai berdiskusi, Kapolda Jambi meninjau ruang pelatihan menjahit dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Masing-masing bidang pelatihan diikuti 16 peserta yang sedang meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka.
Poliran juga menempatkan penyebaran informasi sebagai bagian penting dari pelaksanaan program. Dengan informasi yang lebih luas, masyarakat dapat mengetahui pilihan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan.
Polri, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan diharapkan membangun kolaborasi berkelanjutan agar warga memperoleh akses pelatihan, meningkatkan kompetensi, serta memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan atau membangun usaha mandiri.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
OJK Catat Sektor Jasa Keuangan di Jambi Tumbuh Positif
Terbaru di Pemerintahan

Berita utama hari ini

Baca juga




