Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Pagi Ini Dekat Rp17.780
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi, 21 September 2026, ke kisaran Rp17.780 per dolar AS.
Oleh Pandi Muktar
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi, 21 September 2026.
Data pasar menunjukkan rupiah mengawali perdagangan dengan pelemahan sekitar 0,28 persen ke kisaran Rp17.780 per dolar AS pada pasar spot, menurut data Refinitiv yang dikutip media ekonomi nasional.
Pergerakan tersebut membalikkan penguatan tipis pada akhir pekan sebelumnya, ketika rupiah menguat sekitar 0,03 persen dan menutup perdagangan di sekitar Rp17.730 per dolar AS.
Pada saat yang sama, indikator lain menunjukkan gambaran yang sedikit berbeda di pasar spot. Mengutip data Bloomberg yang diberitakan media keuangan, rupiah dibuka di sekitar Rp17.791 per dolar AS, melemah sekitar 33 poin atau 0,19 persen dibanding penutupan sebelumnya di kisaran Rp17.758 per dolar AS.
Perbedaan angka pembukaan ini mencerminkan penggunaan penyedia data yang berbeda di pasar valuta asing, namun sama-sama menunjukkan bahwa rupiah berada dalam tren pelemahan pada awal pekan.
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang utama dilaporkan bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi, sementara rupiah menjadi salah satu mata uang yang masih berada di zona pelemahan.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah pergerakan indeks dolar Amerika Serikat yang berada di kisaran 100.2 terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Indeks tersebut berada sedikit lebih tinggi dibanding penutupan akhir pekan sebelumnya, mencerminkan dolar AS yang masih relatif kuat setelah penguatan pada pekan lalu.
Menurut laporan pasar, penguatan dolar AS dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat, termasuk kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS yang mendorong aliran dana ke aset berdenominasi dolar.
Pelaku pasar valuta asing mencermati kombinasi faktor global dan domestik yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Dari sisi global, sentimen terhadap aset berisiko di pasar keuangan dunia masih rentan, sehingga mata uang negara berkembang lebih mudah tertekan ketika dolar menguat.
Dari sisi domestik, kebutuhan dolar untuk pembayaran impor dan kewajiban valas korporasi tetap menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Di tengah kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dalam rentang Rp17.700 hingga sekitar Rp17.800 per dolar AS sepanjang hari.
Analis menilai, pergerakan rupiah pada awal pekan ini mencerminkan kewaspadaan pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global, terutama arah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat dan data-data ekonomi yang dapat mempengaruhi kekuatan dolar.
Sumber
Berita berikutnya

Harga Pangan Naik, Cabai Rawit Dekati Rp100 Ribu per Kg
Data PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia dan laporan sejumlah media menunjukkan harga beras berbagai kualitas, daging sapi, dan cabai mengalam…
Baca juga





