Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

Destry Tegaskan BI Jaga Stabilitas Rupiah di Jakarta

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan stabilitas rupiah tetap dijaga di tengah kekhawatiran nilai tukar menembus Rp20.000 per dolar Amerika Serikat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sudut pandang rendah gedung perkantoran modern bertingkat tinggi dengan latar langit cerah.
Ilustrasi: Sudut pandang rendah gedung perkantoran modern bertingkat tinggi dengan latar langit cerah. · Foto: Brett Sayles / Pexels

Jakarta — Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti pada Jumat, 30 Oktober 2026, menegaskan bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah kekhawatiran mata uang itu menembus Rp20.000 per dolar Amerika Serikat.

Destry mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi banyak faktor. Selain fundamental ekonomi domestik, faktor tersebut mencakup permintaan dan penawaran valuta asing, persepsi pelaku pasar, serta kondisi eksternal yang berada di luar kendali bank sentral.

Ia menyebut fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan kelompok negara pembandingnya. BI tetap menempatkan stabilitas rupiah sebagai tugas utama untuk menjaga iklim ekonomi tetap kondusif, mendukung pertumbuhan sektor riil, dan menciptakan lapangan kerja.

Stabilitas rupiah menentukan iklim ekonomi

Pernyataan tersebut relevan bagi pembaca karena perubahan nilai tukar dapat memengaruhi biaya transaksi ekonomi, terutama kegiatan yang berkaitan dengan valuta asing. Kekhawatiran rupiah melemah hingga Rp20.000 per dolar Amerika Serikat sebelumnya dikaitkan dengan kemungkinan berlanjutnya tekanan di pasar keuangan.

Dalam laporan lain, BI disebut menilai sentimen investor, keseimbangan permintaan dan penawaran valuta asing, serta persepsi pasar turut menentukan pergerakan rupiah. Kondisi fundamental ekonomi menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat daya tahan nilai tukar.

Destry belum memberikan sinyal bahwa BI akan menaikkan suku bunga acuan. Kebijakan suku bunga, menurut laporan yang tersedia, tetap bergantung pada data ekonomi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.