Rupiah Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS di Jakarta
Rupiah melemah 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp18.089 per dolar AS pada Jumat, 6 November 2026. Pertumbuhan ekonomi kuartal III mencapai 5,47 persen.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Rupiah ditutup melemah 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp18.089 per dolar AS pada perdagangan Jumat (6/11/2026), menurut laporan pasar yang mengutip data Bloomberg.
Pelemahan tersebut terjadi dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.082 per dolar AS. Sentimen risk-off global membuat investor menahan modal, sehingga menekan nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan pekan.
Di tengah tekanan eksternal, data ekonomi domestik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47 persen pada kuartal III 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan itu meningkat dibandingkan pertumbuhan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen.
Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 berada di atas konsensus ekonom. Namun, data ekonomi yang kuat belum sepenuhnya memulihkan kepercayaan investor terhadap rupiah karena pasar masih memperhatikan sentimen global dan arus modal.
Rupiah Tertekan, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Menjadi Penyangga
Pergerakan rupiah menunjukkan pengaruh bersamaan dari faktor eksternal dan domestik. Sentimen negatif global mendorong investor mengambil sikap hati-hati, sementara kenaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi faktor yang menahan pelemahan lebih dalam.
Data pasar menunjukkan rupiah melemah 7 poin dari posisi penutupan sebelumnya. Perubahan 0,04 persen itu membuat kurs berakhir pada Rp18.089 per dolar AS, sedangkan posisi sehari sebelumnya berada di Rp18.082 per dolar AS.
Bagi pembaca di Indonesia, kurs tersebut berpengaruh terhadap biaya barang impor, kewajiban dalam valuta asing, serta tekanan harga apabila pelemahan berlangsung lebih lama. Pertumbuhan ekonomi 5,47 persen pada kuartal III 2026 menjadi konteks penting karena menunjukkan aktivitas ekonomi tetap tumbuh ketika pasar keuangan menghadapi tekanan eksternal.
Pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya masih akan dipengaruhi perkembangan sentimen eksternal dan domestik, termasuk data ekonomi Amerika Serikat yang menjadi perhatian investor.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Pemerintah Pantau Dampak Pemilu Sela AS dari Jakarta
Pemerintah Indonesia mencermati dampak kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat terhadap ekonomi global. Indikator yang dipantau m…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





