Tiongkok Tahan LPR Satu Tahun 3 Persen, Tetap Selama 16 Bulan
LPR Tiongkok satu tahun tetap 3 persen dan tenor di atas lima tahun 3,5 persen. Angka resmi NIFC sejalan dengan perkiraan 21 responden survei Reuters.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Beijing — Tiongkok mempertahankan suku bunga acuan pinjaman satu tahun pada 3 persen dan tenor di atas lima tahun pada 3,5 persen, Minggu, 20 September 2026. Kedua tingkat bunga tersebut tidak berubah selama 16 bulan berturut-turut.
Angka itu diumumkan National Interbank Funding Center (NIFC) atas kewenangan People’s Bank of China (PBOC). Dalam pengumuman resminya, bank sentral menyatakan tingkat loan prime rate atau LPR tersebut berlaku sampai pengumuman berikutnya.
Laporan Reuters yang dimuat Business Standard pada 20 September mencatat keputusan tersebut sejalan dengan perkiraan pasar. Seluruh 21 pelaku pasar dalam survei Reuters sebelumnya memperkirakan kedua tenor tetap. Angka survei itu menggambarkan harapan responden, bukan keputusan bank sentral.
LPR menjadi rujukan penentuan bunga pinjaman bank. Menurut penjelasan PBOC, angka tersebut disusun dari penawaran 20 bank peserta. NIFC mengeluarkan penawaran tertinggi dan terendah, menghitung rata-rata sisanya, kemudian membulatkannya ke kelipatan terdekat 0,05 poin persentase.
Dua tenor perlu dibaca terpisah: angka 3 persen berlaku untuk acuan satu tahun, sementara 3,5 persen berlaku bagi tenor lebih dari lima tahun. Keduanya merupakan rujukan penetapan harga kredit, sehingga pengumuman LPR tidak dengan sendirinya menjelaskan bunga setiap kontrak pinjaman.
Arah bunga setelah September belum dipastikan. Jacqueline Rong, ekonom BNP Paribas yang dikutip Reuters, memperkirakan PBOC mempertahankan bunga hingga akhir tahun, tetapi melihat kemungkinan pemangkasan apabila pertumbuhan ekonomi mengecewakan. Itu merupakan proyeksi ekonom, bukan komitmen PBOC.
Pengumuman NIFC kali ini hanya menetapkan tingkat yang berlaku sampai rilis berikutnya. Karena itu, keputusan September belum membuktikan perubahan jumlah kredit baru maupun pemulihan permintaan pinjaman.
Sumber: PBOC; PBOC; Reuters via Business Standard.
Foto arsip: Huangdan2060 / Wikimedia Commons, CC BY 3.0 Unported. Foto tidak diubah sebelum unggah.
Sumber
Berita berikutnya

Prabowo Sebut RI Setop Impor Solar, ESDM Masih Rencanakan Impor CN 51
Presiden Prabowo menyebut impor solar berhenti sejak 1 Juli dalam pidato di Gontor, Ponorogo. Paparan Wakil Menteri ESDM pada 2 September masih mencan…

