Kabar18.com

Minggu, 20 September 2026

Prabowo Sebut RI Setop Impor Solar, ESDM Masih Rencanakan Impor CN 51

Presiden Prabowo menyebut impor solar berhenti sejak 1 Juli dalam pidato di Gontor, Ponorogo. Paparan Wakil Menteri ESDM pada 2 September masih mencantumkan rencana impor 600.000 kiloliter solar CN 51 tahun ini.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: sebuah truk berada di SPBU Pertamina Paal Lima, Kota Baru, Kota Jambi, dalam foto tertanggal 19 Oktober 2020. (Foto: Firzafp / Wikimedia Commons, CC…
Ilustrasi: sebuah truk berada di SPBU Pertamina Paal Lima, Kota Baru, Kota Jambi, dalam foto tertanggal 19 Oktober 2020. (Foto: Firzafp / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

Ponorogo — Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026, kata Presiden Prabowo Subianto di Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026. Ia juga menyebut pemerintah akan membuat bensin dari batu bara.

Prabowo berpidato dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun pondok itu. “Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri,” kata Prabowo, seperti dikutip detikFinance.

Mandatori biodiesel B50 mulai berlaku pada 1 Juli 2026 menurut keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Prabowo tidak merinci jenis solar yang ia maksud dalam kutipan yang dimuat detikFinance, Liputan6, dan CNBC Indonesia. Liputan6 menulis yang dihentikan adalah impor solar CN 48.

Ketiga laporan itu tidak menyertakan data impor dari Kementerian ESDM, Badan Pusat Statistik, atau Pertamina. Rilis Sekretariat Presiden juga tanpa angka: Indonesia, kata Presiden, kini memenuhi kebutuhan solar dari produksi dalam negeri. Dalam sumber-sumber itu, klaim nol impor sejak 1 Juli hanya bersandar pada ucapan Presiden.

Prabowo juga mengatakan solar sedang langka di dunia; yang punya uang pun mungkin tidak mendapat barangnya. Pada Sabtu, 12 September 2026, Bloomberg Technoz melaporkan harga diesel dunia menyentuh titik tertinggi dalam empat bulan lebih, menyusul serangan ke sejumlah kilang minyak. Beban harga minyak bagi APBN sudah diulas Kabar18.

CN 48 berhenti, CN 51 masih 600.000 kiloliter

Solar di Indonesia terbagi dua tipe menurut angka setana (cetane number, CN). CN 48 dipakai kendaraan dan fasilitas umum. CN 51, yang mutunya lebih tinggi, dipakai alat berat di lokasi ekstrem, seperti dataran tinggi bersuhu dingin atau kawasan tambang.

Pembagian itu dijelaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers yang dikutip CNBC Indonesia pada Jumat, 9 Januari 2026. Produksi CN 51 di dalam negeri belum cukup, ujarnya, sehingga opsi impor tetap dibuka.

Pernyataan pejabat ESDM soal setop impor menyebut jenisnya. “Jadi kita sudah bisa mandiri dari impor CN48,” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Eniya Listiani Dewi, seperti dikutip Warta Ekonomi dalam laporannya tentang forum EBTKE Connect di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Di forum itu, materi paparan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mencantumkan rencana impor 2026, tulis Warta Ekonomi dan Bloomberg Technoz. Isinya: 600.000 kiloliter solar CN 51, 1 juta kiloliter avtur, dan 3,6 juta kiloliter bensin. Bahlil sebelumnya menargetkan impor CN 51 berhenti pada semester II 2026, menurut Bloomberg Technoz.

Siaran Kementerian ESDM pada Kamis, 17 September 2026, memakai rumusan lain. B50, tulis siaran itu, mengurangi ketergantungan pada solar CN 48 impor. Tidak ada pernyataan bahwa impor sudah nol. Konsumsi solar nasional, kata Bahlil dalam siaran itu, sekitar 39 juta kiloliter setahun. Rencana impor CN 51 setara sekitar 1,5 persen angka itu.

Bensin batu bara ada di peta jalan 2021

Soal bensin, Prabowo mengatakan para profesor fakultas teknik sudah mampu membuat solar dan bensin dari kelapa sawit. Ia menambahkan, “kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara.”

Bensin kini dicampur 5 persen bioetanol (E5), tulis Liputan6. Pada 17 September, dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional di Istana Merdeka, Prabowo memerintahkan penyusunan program E50, kata Bahlil dalam siaran ESDM.

Artikel Kementerian ESDM tertanggal 24 Maret 2008 menjelaskan gasifikasi sebagai proses mengubah batu bara menjadi gas untuk bahan bakar atau bahan baku industri kimia. Contohnya Sasol di Afrika Selatan, yang kala itu menghasilkan 150.000 barel minyak sintetis per hari.

Pada 2021, Road Map Pengembangan dan Pemanfaatan Batubara terbitan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara memasukkan pencairan batu bara (coal liquefaction) sebagai program penyedia bensin. Alasannya: sebagian besar kebutuhan bensin masih diimpor. Dokumen itu menjadwalkan tahap penyiapan pada 2021–2030; fasilitas pencairan ditargetkan mulai terbangun pada 2031–2035.

Ketiga laporan dari Gontor tidak memuat jadwal, lokasi pabrik, pelaksana, maupun anggaran proyeknya.

Dari 8,3 juta ton ke tenggat 30 September

Target nol impor solar diumumkan Bahlil pada Kamis, 9 Oktober 2025, di Investor Daily Summit. Siaran ESDM hari itu memperkirakan impor solar 2025 masih 4,9 juta kiloliter, atau 10,58 persen kebutuhan nasional.

Dalam konferensi pers Kamis, 8 Januari 2026, Bahlil memakai satuan lain. Impor turun menjadi sekitar 5 juta ton pada 2025 dari 8,3 juta ton pada 2024, tulis detikFinance.

Aturannya terbit pada 17 Juni 2026, ketika Bahlil meneken Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026. B50 adalah solar yang separuhnya biodiesel dari minyak sawit mentah, menurut siaran ESDM 18 Juni.

Bagi pemilik kendaraan diesel, peralihan belum tuntas. Badan usaha yang masih menyimpan stok B40 boleh menyalurkannya sampai 30 September 2026, menurut keputusan menteri yang dikutip CNBC Indonesia. Eniya, dalam laporan yang sama, menargetkan semua titik penyaluran penuh B50 pada 1 Oktober 2026.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.