Kabar18.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

Trump Kecam Gagal Raih Nobel Perdamaian di Washington

Donald Trump mengecam keputusan Komite Nobel Norwegia setelah kembali tidak menerima Nobel Perdamaian. Penghargaan 2026 diberikan kepada Navi Pillay.

Oleh

· 2 menit baca

Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam keputusan Komite Nobel Norwegia yang kembali tidak memberinya Nobel Perdamaian pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Trump menyampaikan kekecewaannya dalam rapat umum kampanye di Syracuse, New York, setelah penghargaan Nobel Perdamaian 2026 diberikan kepada Navi Pillay, ahli hukum asal Afrika Selatan. Pillay menerima penghargaan tersebut atas upayanya memajukan perdamaian dan hukum internasional.

Dalam pidatonya, Trump menyebut keputusan itu sebagai noda yang tidak terhapuskan bagi Norwegia dan menilai penghargaan Nobel Perdamaian telah kehilangan kredibilitas. Ia juga mengatakan Amerika Serikat yang diwakilinya sebagai presiden semestinya menerima penghargaan tersebut.

Trump mengaitkan klaimnya dengan upaya menghentikan atau menyelesaikan sejumlah konflik. Dalam pernyataan yang dikutip NBC News, ia mengklaim telah mengakhiri delapan konflik dan seharusnya menerima delapan Nobel Perdamaian. Klaim tersebut disampaikan sebagai alasan Trump menilai dirinya layak memperoleh penghargaan.

Keputusan Nobel Menegaskan Peran Hukum Internasional

Keputusan Komite Nobel menempatkan kerja Pillay di bidang perdamaian dan hukum internasional sebagai fokus penghargaan tahun 2026. Pillay disebut pernah menjadi hakim Mahkamah Pidana Internasional dan memimpin laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai dugaan genosida Israel di Gaza.

Bagi pembaca di Indonesia, polemik ini menunjukkan bagaimana penghargaan perdamaian internasional dapat menjadi bagian dari perdebatan diplomasi, konflik bersenjata, dan legitimasi hukum internasional. Pernyataan Trump juga memperlihatkan ketegangan politik antara klaim pencapaian pemerintah Amerika Serikat dan keputusan lembaga penghargaan independen.

Komite Nobel mengumumkan Pillay sebagai penerima Nobel Perdamaian 2026 pada 9 Oktober 2026. Penghargaan itu dijadwalkan diserahkan di Oslo pada 10 Desember.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.