Asean Capital Market Forum 2023 Bahas Transisi Pasar Modal Berkelanjutan
Pertemuan ACMF ke-39 ini digelar mulai 16-17 Oktober 2023 di Bali. (Foto: OJK)
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
BALI,KABAR18.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi tuan rumah Asean Capital Market Forum (ACMF) 2023. Pada tahun ini, OJK, sebagai regulator Pasar Modal Indonesia, didapuk menjadi Ketua ACMF.
Pertemuan ACMF ke-39 ini digelar mulai 16-17 Oktober 2023 di Bali. Pada Senin (16/10) kemarin, telah digelar Rapat Ketua ACMF yang mengesahkan Panduan Transisi Keuangan Berkelanjutan ASEAN.
Panduan tersebut berfungsi sebagai standar umum untuk transisi keuangan yang kredibel, transparan, dan inklusif. Selain itu, panduan tersebut juga melengkapi Taksonomi Hijau ASEAN yang akan dikonsultasikan dan disempurnakan dengan para pemangku kepentingan.
Dalam ACMF 2023, para anggota ACMF menyatakan tekat mereka untuk melanjutkan studinya mengenai pasar karbon sukarela guna mempercepat dekarbonisasi Asean. Pertemuan tersebut menyetujui laporan awal terkait perkembangan pasar karbon sukarela di ASEAN dan prinsip-prinsip dalam penyeimbangan karbon.
Laporan ini bertujuan untuk menjadi langkah awal menuju studi yang lebih komprehensif dan laporan terstruktur mengenai pasar karbon di ASEAN dan pentingnya penyeimbangan karbon.
Untuk memfasilitasi transaksi lintas batas ini, ACMF pun mengesahkan Buku Panduan untuk penawaran lintas batas Dana Berkelanjutan dan Responsif Asean di bawah Kerangka Kerja Asean CIS yang dipublikasikan di laman resmi ACMF.
Lalu, pertemuan tersebut juga merevisi ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) agar sesuai dengan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) agar selaras dengan Prinsip Tata Kelola Perusahaan G20/OECD yang telah direvisi, dimana tata kelola terkait keberlanjutan merupakan salah satu revisi utamanya.
Sebagai informasi, forum ini dibentuk tahun 2004 di bawah naungan forum Menteri Keuangan ASEAN. ACMF 2023 terdiri dari Regulator Pasar Modal 10 Negara ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Jakarta Perkuat Pendampingan Digitalisasi Pasar
Indeks inklusi keuangan DKI Jakarta mencapai 99,74 persen dalam SNLIK 2026. Pemerintah daerah dan mitra industri memperkuat pendampingan digitalisasi…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga





