Kabar18.com

Selasa, 20 Oktober 2026

Bappenas Sebut Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Rachmat Pambudy menyebut pertanian dapat mendorong ekonomi Indonesia tumbuh di atas 10 persen melalui pengembangan produksi, pengolahan, ekspor, hilirisasi, dan inklusi keuangan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan sawah terasering berundak yang menguning di lereng perbukitan dengan beberapa gubuk kecil.
Ilustrasi: Pemandangan sawah terasering berundak yang menguning di lereng perbukitan dengan beberapa gubuk kecil. · Foto: Quang Nguyen Vinh / Pexels

Jakarta — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyebut pertanian sebagai kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 10 persen, Senin (19/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam peluncuran Dashboard Indeks Akses Keuangan di Daerah (IKAD). Rachmat mengatakan peluang pertumbuhan tersebut bergantung pada pengembangan sektor pertanian dari tahap produksi atau on-farm, pengolahan, hingga ekspor.

Ia mencontohkan Vietnam yang, menurutnya, mampu mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 10 persen setelah mendorong pertanian sampai ke tahap pengolahan dan ekspor. Rachmat menilai strategi serupa dapat diterapkan di Indonesia agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya mencapai 8 persen.

Selain pertanian, Rachmat menyebut hilirisasi dan inklusi keuangan sebagai unsur yang dapat menambah nilai ekonomi. Penguatan akses layanan keuangan dinilai dapat membantu kapasitas usaha, akses pasar, dan produktivitas masyarakat di daerah.

Pertanian dan hilirisasi menjadi kunci pertumbuhan

Rachmat mengaitkan peluang pertumbuhan dua digit dengan pengalaman Indonesia pada era 1970-an dan 1980-an. Saat itu, pertanian tumbuh cepat dan hilirisasi berkembang, sehingga pertumbuhan ekonomi memperoleh dorongan dari sektor dasar sekaligus dari nilai tambah.

Bagi pembaca di Indonesia, pernyataan ini menempatkan pertanian bukan hanya sebagai sektor produksi pangan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pertumbuhan nasional. Pengembangan dari produksi hingga ekspor dapat memengaruhi usaha, pasar, dan pendapatan di berbagai daerah.

Rachmat juga menekankan bahwa inklusi keuangan perlu berjalan bersama penguatan sektor dasar. Dengan akses layanan keuangan yang lebih luas, kegiatan ekonomi daerah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperluas akses pasar.

Sumber-sumber laporan tidak menyebut jadwal kebijakan lanjutan atau target pelaksanaan khusus setelah pernyataan tersebut. Angka di atas 10 persen disampaikan sebagai peluang pertumbuhan apabila pertanian, hilirisasi, dan inklusi keuangan dapat dikembangkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.