Kabar18.com

Senin, 19 Oktober 2026

Mengapa NTP September 2026 Mencapai 131,11 di Jakarta

BPS mencatat NTP nasional mencapai 131,11 pada September 2026, naik 1,49 persen dari Agustus. Zulkifli Hasan mengaitkannya dengan penguatan kesejahteraan petani dan swasembada pangan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangkai dan bulir padi hijau yang sedang tumbuh di persawahan.
Ilustrasi: Tangkai dan bulir padi hijau yang sedang tumbuh di persawahan. · Foto: Elizabeth Tamara / Pexels

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencapai 131,11 pada September 2026. Angka tersebut naik 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026, ketika NTP tercatat 129,19.

Kenaikan itu dipengaruhi indeks harga yang diterima petani sebesar 1,93 persen, lebih tinggi daripada kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,44 persen. NTP membandingkan perkembangan harga hasil produksi petani dengan biaya yang mereka bayarkan untuk kebutuhan produksi dan konsumsi rumah tangga.

Pada September 2026, NTP subsektor tanaman pangan tercatat 119,24, hortikultura 129,50, perkebunan rakyat 171,67, dan peternakan 102,91. Angka tersebut menunjukkan penguatan pada seluruh subsektor pertanian yang disebut.

Mengapa NTP penting bagi pembaca

NTP menjadi indikator perubahan daya beli dan kesejahteraan rumah tangga petani. Kenaikan indeks berarti harga yang diterima petani tumbuh lebih cepat daripada biaya yang mereka keluarkan. Namun, indikator ini merupakan ukuran agregat nasional sehingga tidak otomatis menggambarkan kondisi setiap komoditas atau daerah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengaitkan penguatan NTP dengan kebijakan swasembada pangan yang didorong pemerintah. Dalam forum Agrifood Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin, 19 Oktober 2026, ia menyebut kebijakan tersebut ikut mendorong perbaikan kesejahteraan petani.

NTP kumulatif Januari-September 2026 tercatat 127,03, meningkat 3,44 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Keberhasilan swasembada pangan tidak hanya diukur dari pemenuhan kebutuhan pangan nasional, tetapi juga dari manfaat ekonomi bagi petani sebagai produsen.

Perubahan berikutnya akan terlihat dari data NTP periode selanjutnya dan perkembangan harga yang diterima serta dibayar petani.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.