Kabar18.com

Selasa, 22 September 2026

BEI Suspensi 6 Saham, Termasuk Emiten Terafiliasi Haji Isam

Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan enam saham pada Senin, 21 September 2026, termasuk satu emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Haji Isam.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Grafik batang candlestick pasar keuangan berwarna merah dan hijau di layar hitam.
Ilustrasi: Grafik batang candlestick pasar keuangan berwarna merah dan hijau di layar hitam. · Foto: Rafael Minguet Delgado / Pexels

Jakarta — Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan enam saham pada Senin, 21 September 2026. Suspensi berlaku di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi pra-pembukaan sampai pengumuman lebih lanjut dari Bursa.

Mengapa ini penting: Keputusan suspensi enam saham pada 21 September 2026 memengaruhi transaksi investor di emiten-emiten tersebut karena perdagangan dihentikan hingga pengumuman lanjutan dari Bursa.

Menurut keterbukaan informasi yang dikutip berbagai media, langkah Bursa diambil setelah terjadi kenaikan harga yang signifikan pada beberapa saham dan penundaan pembayaran surat utang oleh satu emiten. Suspensi dimaksudkan sebagai langkah perlindungan investor dan bagian dari mekanisme cooling down di pasar modal.

Media ekonomi nasional memberitakan bahwa saham yang terkena suspensi antara lain PT Semacom Integrated Tbk (SEMA), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA), PT Charnic Capital Tbk (NICK), dan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE). PT Dana Brata Luhur Tbk diberitakan sebagai emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad yang dikenal sebagai Haji Isam.

Pemberitaan tersebut menyebutkan, lima saham itu terkena suspensi karena kenaikan harga saham yang dinilai tidak wajar dalam waktu singkat. Bursa menilai pergerakan harga yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko bagi investor sehingga perlu diberi jeda agar pelaku pasar dapat menelaah kembali informasi dan kondisi fundamental emiten.

Satu saham lain yang disuspensi terkait penundaan pembayaran surat utang, baik obligasi maupun sukuk. Penundaan kewajiban pembayaran instrumen utang tersebut menjadi salah satu faktor risiko yang perlu dicermati investor karena berkaitan dengan kemampuan emiten memenuhi kewajiban finansialnya.

Dalam praktik di pasar modal, suspensi perdagangan saham oleh Bursa Efek Indonesia biasanya diberlakukan hingga informasi yang diperlukan untuk menilai kondisi emiten tersaji lebih jelas kepada publik. Setelah itu, Bursa dapat membuka kembali perdagangan jika menilai kondisi sudah memadai.

Media lain sebelumnya juga mencatat bahwa Bursa beberapa kali mengenakan suspensi terhadap saham emiten yang terafiliasi dengan Haji Isam karena kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Suspensi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pengawasan transaksi dan perlindungan investor di tengah minat tinggi terhadap saham-saham tertentu.

Kasus suspensi enam saham pada 21 September 2026 menunjukkan bagaimana otoritas bursa menggunakan kewenangan untuk menjaga keteraturan perdagangan dan memberikan waktu bagi pasar untuk menyesuaikan ekspektasi dengan informasi yang tersedia. Investor diimbau untuk memperhatikan pengumuman resmi Bursa atas suspensi dan pencabutan suspensi agar dapat menyesuaikan strategi investasinya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.