Kabar18.com

Selasa, 22 September 2026

BIN, BSSN, dan Komdigi Perkuat Koordinasi Keamanan Ruang Digital

Pada 16 September 2026 di Jakarta, Kepala BIN, Kepala BSSN, dan Menteri Komunikasi dan Digital menggelar Rapat Koordinasi Komite Intelijen Pusat untuk memperkuat keamanan ekosistem digital nasional, dengan fokus pada percepatan penanganan…

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — Pada 16 September 2026 di Jakarta, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Rapat Koordinasi Komite Intelijen Pusat (Kominpus) untuk memperkuat keamanan ekosistem digital nasional.

Pertemuan yang dipimpin Kepala BIN M. Herindra sebagai Kepala Komite Intelijen Pusat itu berlangsung di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, dengan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dan Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi sebagai peserta utama.

Menurut penjelasan Komdigi yang dikutip sejumlah media, rapat tersebut membahas konsolidasi antarlembaga untuk memperkuat pertahanan digital Indonesia dan mempercepat penanganan konten negatif di ruang digital.

Fokus Penanganan Konten Negatif

Salah satu pokok pembahasan dalam rapat Kominpus adalah percepatan penanganan berbagai bentuk konten negatif yang beredar di ruang digital Indonesia.

Pemerintah menyoroti konten terkait terorisme, pornografi anak, narkotika, judi online, serta disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan, penanganan konten negatif tersebut membutuhkan koordinasi lintas lembaga agar informasi yang tersedia dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Meutya menegaskan bahwa keamanan ekosistem digital nasional merupakan tanggung jawab bersama dan sinergi antarlembaga perlu diperkuat agar penanganan konten negatif semakin cepat, tepat, dan terukur.

Penguatan Pertahanan dan Intelijen Digital

Selain penanganan konten negatif, konsolidasi antara BIN, Komdigi, dan BSSN juga membahas dinamika situasi strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional dan potensi ancaman siber di ruang digital.

Menurut pernyataan tertulis Komdigi yang diberitakan media, pemerintah menekankan pentingnya pertukaran informasi intelijen antarlembaga dan penguatan kemampuan keamanan siber untuk mendeteksi perkembangan ancaman lebih dini.

Pertemuan itu diikuti unsur intelijen, keamanan, dan penegakan hukum, termasuk perwakilan dari pertahanan, penegak hukum, dan kementerian serta lembaga terkait.

Koordinasi seperti ini disebut penting agar informasi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat menjadi dasar pengambilan langkah yang lebih cepat dan terukur dalam menghadapi ancaman digital.

Komitmen Jangka Panjang Pengamanan Ruang Digital

Konsolidasi BIN, BSSN, dan Komdigi melalui forum Kominpus menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah menjaga ruang digital yang aman dan sehat.

Perkembangan teknologi yang menyatu dengan aktivitas masyarakat dan kepentingan strategis nasional dinilai menuntut respons kebijakan yang adaptif, termasuk penguatan regulasi, penindakan konten bermasalah, serta peningkatan kapasitas deteksi dan respons ancaman siber.

Melalui koordinasi rutin di tingkat intelijen pusat, pemerintah berharap penanganan risiko di ruang digital dapat dilakukan lebih dini sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih luas terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.