Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

Dua Kapal Pinisi Wisata Bertabrakan di Selat Padar, KSOP Pastikan Tidak Ada Korban

KM Aimar dan KM Budi Utama berbenturan di perairan Taman Nasional Komodo. KSOP Labuan Bajo menunjuk arus kencang sebagai pemicu; tidak ada korban dan kerusakan dilaporkan ringan. Hari kejadian masih berbeda antarsumber.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: sebuah perahu wisata berlabuh di salah satu teluk Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Mei 2019. Foto ini bukan gambar insiden. (Foto: YUS JULIADI / W…
Ilustrasi: sebuah perahu wisata berlabuh di salah satu teluk Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Mei 2019. Foto ini bukan gambar insiden. (Foto: YUS JULIADI / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

Labuan Bajo — Dua kapal pinisi wisata, KM Aimar dan KM Budi Utama, bertabrakan di Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, pekan ini. KSOP Kelas III Labuan Bajo memastikan 17 penumpang dan sembilan awak KM Aimar selamat dan menunjuk arus kencang sebagai pemicu.

Stephanus Risdiyanto, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, memaparkan kronologinya. KM Aimar, kapal wisata berbendera Indonesia berukuran 139 GT, tengah berlayar ke Long Beach. Begitu masuk Selat Padar Kecil, nakhodanya melihat KM Budi Utama terseret arus ke arah kapalnya.

Menurut Stephanus, seperti dimuat detikBali dan Kompas.com, nakhoda KM Aimar menetralkan laju lalu mencoba memundurkan kapal. Arus lebih kuat daripada upaya itu. Rekaman benturan kemudian beredar luas di media sosial, tulis CNN Indonesia.

Kerusakannya dilaporkan ringan. Kepada detikBali, Stephanus menyebut yang rusak hanya ujung kayu haluan kapal, dan hal itu tidak mengganggu stabilitas maupun operasi kapal. CNN Indonesia menulis haluan KM Aimar terlepas tetapi kapal tetap stabil dan laik beroperasi, sedangkan Kompas.com menulis kerusakan kecil dialami kedua kapal dan keduanya masih aman meneruskan pelayaran.

Tidak ada korban jiwa, tidak ada yang terluka, dan tidak ada pencemaran laut, tulis CNN Indonesia. Stephanus menggambarkan peristiwa itu sebagai senggolan dua kapal. Keduanya, kata dia kepada detikBali, memegang surat persetujuan berlayar (SPB) dari KSOP Labuan Bajo; jumlah orang di KM Budi Utama tidak disebut dalam pemberitaan itu.

Hari kejadian berbeda antarsumber

Satu hal belum seragam: kapan persisnya benturan terjadi. CNN Indonesia dan Liputan6.com menulis Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 08.30 Wita. DetikBali, yang terbit Rabu, 16 September, menulis kejadian berlangsung hari itu sekitar pukul 14.28 Wita, tetapi di artikel yang sama memuat keterangan Stephanus bahwa senggolan terjadi sekitar pukul 08.30 Wita.

Kompas.com memasangkan hari Rabu dengan tanggal 17 September, padahal tanggal itu jatuh pada Kamis; keterangan fotonya menyebut Rabu, 16 September. CNN Indonesia menulis Stephanus memberi konfirmasi pada Rabu, 16 September, dan dalam kutipan yang dimuat media itu ia menyebut tabrakan terjadi "pagi tadi".

Kabar18 memegang keterangan jam dari KSOP, sekitar pukul 08.30 Wita, dan mencatat bahwa harinya belum seragam di antara sumber. Nama pejabat itu ditulis Stephanus oleh Kompas.com, detikBali, dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut; Stefanus oleh CNN Indonesia dan Liputan6.com.

Mengapa ini penting

Selat Padar masuk daftar perairan yang diwaspadai otoritas pelabuhan. Ketika menutup sementara pelayaran ke Pulau Komodo dan Pulau Padar pada 13–15 September 2026, KSOP menyebut sepuluh titik rawan yang harus dihindari nakhoda, termasuk selat ini. Alasannya, tulis CNN Indonesia: risiko pusaran angin, pertemuan arus deras, dan karang tersembunyi.

Stephanus, dikutip CNN Indonesia, mengatakan "Selat Padar dikenal memiliki arus berbahaya". Penutupan itu menindaklanjuti peringatan dini cuaca maritim BMKG. Menurut CNN Indonesia, insiden terjadi tak lama setelah larangan tersebut dikeluarkan; sumber-sumber yang dibuka Kabar18 tidak menjelaskan kaitan keduanya.

Perairan ini punya catatan: pada 22 Juni 2024, menurut siaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, kapal tradisional bernama KM Budi Utama tenggelam di selatan Pulau Padar; semua penumpang dan awaknya dievakuasi selamat, dan dugaan awal KSOP saat itu kapal terseret arus kuat. Sumber yang ada tidak menyebut apakah itu kapal yang sama dengan KM Budi Utama pekan ini.

Angka kunci

  • 139 GT: tonase KM Aimar, yang membawa 17 penumpang dan 9 awak, menurut CNN Indonesia dan Liputan6.com.
  • 13–15 September 2026: masa larangan sementara pelayaran, sesuai Surat Pemberitahuan kepada Pelaut nomor 03/MP-IX/2026 bertanggal 12 September.
  • 1,9 meter: puncak tinggi gelombang signifikan pada 15 September menurut data BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang; angin 12–19 knot, embusan sampai 26 knot.

Apa selanjutnya

KSOP berkoordinasi dengan agen pelayaran untuk memeriksa kelaikan kapal dan kepatuhan pada prosedur keselamatan pelayaran, tulis CNN Indonesia dan Liputan6.com. Stephanus meminta para nakhoda memantau prakiraan cuaca dan arus sebelum melintasi selat itu, dan menunda perjalanan bila kondisi tidak memungkinkan.

Soal akses wisata, CNN Indonesia pada 15 September menulis pembukaan kembali jalur ke Pulau Komodo dan Pulau Padar bergantung pada pemantauan cuaca harian BMKG. Data BMKG yang dikutip media itu memperkirakan gelombang turun ke 1,3–1,7 meter mulai 16 September dan angin mereda menjadi 5–8 knot.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.