Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

Sekolah Payakumbuh Kembali Tatap Muka dengan Masker

Sekolah di Kota Payakumbuh kembali tatap muka pada 22 Oktober 2026 setelah hujan memperbaiki kualitas udara. Siswa tetap wajib bermasker dan kegiatan luar ruang ditiadakan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan masker medis sekali pakai berwarna biru di atas latar belakang biru muda.
Ilustrasi: Tumpukan masker medis sekali pakai berwarna biru di atas latar belakang biru muda. · Foto: DS stories / Pexels

Payakumbuh — Sekolah di Kota Payakumbuh kembali menerapkan pembelajaran tatap muka mulai 22 Oktober 2026 setelah kualitas udara membaik akibat hujan selama dua hari.

Kebijakan itu mengakhiri pembelajaran jarak jauh yang sebelumnya diperpanjang hingga Rabu, 21 Oktober 2026 karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan menerapkan pembelajaran jarak jauh pada seluruh jenjang pendidikan, mulai pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga pendidikan kesetaraan.

Saat pembelajaran tatap muka kembali berlangsung, siswa diwajibkan memakai masker. Sekolah juga meniadakan upacara, olahraga lapangan, dan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari pembatasan aktivitas luar ruangan.

Pembelajaran tatap muka kembali dengan pembatasan aktivitas

Kondisi kualitas udara menjadi dasar perubahan pola pembelajaran di Payakumbuh. Sebelumnya, Dinas Pendidikan meminta warga sekolah mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus keluar rumah.

Ketentuan nasional mengenai pembelajaran di tengah asap karhutla mengatur penyesuaian layanan pendidikan berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Pembelajaran tatap muka penuh dapat berjalan ketika kualitas udara berada pada kategori baik atau sedang, sedangkan aktivitas fisik di luar ruangan dibatasi pada kategori sedang. Ketentuan itu juga meminta sekolah menyiapkan masker dan memantau kualitas udara.

Bagi pembaca di daerah lain, kebijakan Payakumbuh menunjukkan bahwa perubahan metode belajar dapat mengikuti perkembangan kualitas udara setempat. Pembatasan kegiatan luar ruang tetap diberlakukan meskipun sekolah kembali dibuka, sehingga perlindungan kesehatan siswa menjadi bagian dari pelaksanaan pembelajaran.

Sekolah di Payakumbuh melanjutkan kegiatan tatap muka dengan kewajiban masker dan penghapusan sementara sejumlah kegiatan luar ruang.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.