IHSG Menguat di Jakarta, Asing Catat Penjualan Bersih
IHSG naik 0,94% ke level 5.328,36 pada perdagangan 21 Oktober 2026. Investor asing membukukan penjualan bersih sekitar Rp0,6 triliun, sementara BI Rate bertahan 5,75%.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026, di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara investor asing mencatat penjualan bersih.
Data BEI yang dikutip Bisnis.com menunjukkan IHSG naik 0,94% atau 49,47 poin ke level 5.328,36.
CNBC Indonesia melaporkan investor asing mencatat pembelian Rp6,1 triliun dan penjualan Rp6,7 triliun. Dengan transaksi tersebut, penjualan bersih asing atau net foreign sell tercatat sekitar Rp0,6 triliun.
Tekanan jual asing terutama terlihat pada sejumlah saham. Berdasarkan data Stockbit yang dikutip CNBC Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat penjualan bersih asing sebesar Rp227,42 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk sebesar Rp83,14 miliar dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp75,02 miliar.
Kenaikan IHSG tetap dibayangi arus jual asing
Pergerakan ini penting bagi pembaca karena penguatan indeks tidak sepenuhnya mencerminkan minat beli investor asing. Kenaikan IHSG berlangsung bersamaan dengan selisih jual asing yang lebih besar daripada pembeliannya, sehingga data aliran dana menjadi indikator tambahan bagi pembacaan kondisi pasar.
Bisnis.com juga melaporkan Bank Indonesia menahan BI Rate pada level 5,75% setelah Rapat Dewan Gubernur periode 20–21 Oktober 2026. Keputusan tersebut menjadi konteks kebijakan moneter pada sesi perdagangan yang sama.
Sepuluh saham yang disebut CNBC Indonesia dalam daftar penjualan bersih asing mencakup PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Bank Indonesia Perketat Pengawasan QRIS untuk Cegah Transaksi Ilegal dan Judi Online.
Bank Indonesia menahan BI-Rate pada 5,75 persen dan memperkuat pengawasan QRIS melalui verifikasi pedagang, deteksi transaksi mencurigakan, serta koor…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga




