IHSG Menguat 0,94 Persen ke 5.328,36 di Jakarta
IHSG ditutup naik 49,47 poin atau 0,94 persen ke level 5.328,36 di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026. BI mempertahankan BI Rate 5,75 persen.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 0,94 persen ke level 5.328,36 pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026.
Data BEI menunjukkan IHSG naik 49,47 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 5.185,36 hingga 5.328,36. Penutupan tersebut menempatkan IHSG pada posisi tertinggi dalam rentang perdagangan hari itu.
Penguatan berlangsung setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 20–21 Oktober 2026. Keputusan tersebut disampaikan pada Rabu.
Penguatan IHSG menjadi indikator sentimen pasar domestik
Pergerakan IHSG menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan arah perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Perubahan indeks pada perdagangan tersebut menunjukkan penguatan pasar saham domestik hingga penutupan sesi.
Keputusan BI mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen menjadi salah satu sentimen yang disebut mendorong penguatan pasar. Suku bunga acuan tersebut dipertahankan sesuai keputusan RDG Bank Indonesia untuk periode Oktober 2026.
Sejumlah saham, termasuk AKRA, ICBP, dan BBTN, bergerak menguat hingga penutupan perdagangan. Rincian pergerakan saham tersebut menjadi bagian dari dinamika perdagangan pada hari yang sama. Dengan demikian, IHSG mengakhiri perdagangan Rabu di level 5.328,36 setelah mencatat kenaikan 49,47 poin atau 0,94 persen di Jakarta.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
BEI Menahan Gejolak Pasar Saham dari Jakarta
BEI merilis penyesuaian batas auto rejection bawah menjadi 7 persen pada 19 Oktober 2026. Kebijakan ini muncul setelah MSCI mengonsultasikan kemungkin…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





