Kabar18.com

Minggu, 1 November 2026

Kadin Dorong Ekspor Komponen Indonesia ke 77 Merek Global

Kadin mendorong peningkatan ekspor komponen dan nilai tambah industri melalui gerakan Buy from Indonesia. Buku yang diperkenalkan dalam Rapimnas memuat 77 merek global yang membeli produk atau komponen dari Indonesia.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Mata mesin frais presisi sedang memotong permukaan balok logam dalam jarak dekat.
Ilustrasi: Mata mesin frais presisi sedang memotong permukaan balok logam dalam jarak dekat. · Foto: Daniel Smyth / Pexels

Jakarta — Kamar Dagang dan Industri Indonesia mendorong peningkatan ekspor komponen buatan dalam negeri melalui gerakan Buy from Indonesia. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan hal itu dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta pada 29 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Perusahaan Indonesia mendapat peluang memperluas pemasokan komponen ke pasar global melalui gerakan promosi ekspor dan penguatan rantai pasok yang didorong Kadin.

Anindya mengatakan buku We Buy from Indonesia memuat 77 merek global yang telah membeli produk atau komponen dari Indonesia. Ia menyebut Airbus, Boeing, Dettol, Tesla, Netflix, On, dan Nike sebagai beberapa di antaranya.

Menurut Anindya, gerakan Buy from Indonesia diarahkan untuk meningkatkan pembelian produk dan jasa Indonesia oleh pasar internasional. Kadin juga mendorong peningkatan volume komponen, penjualan, kapasitas produksi, mutu, serta nilai tambah industri nasional.

Investortrust.id melaporkan Anindya menyebut nilai ekspor Indonesia sekitar US$300 miliar saat Rapimnas Kadin. Namun, sumber tersebut tidak menjelaskan bahwa angka itu hanya berasal dari ekspor komponen. Karena itu, angka tersebut tidak digunakan sebagai nilai ekspor komponen dalam artikel ini.

Kadin memperkenalkan buku We Buy from Indonesia sebagai bagian dari promosi kemampuan industri nasional di rantai pasok global. Buku itu juga memuat contoh perusahaan pembeli dan produsen Indonesia yang terlibat dalam jaringan pasok internasional.

Gerakan tersebut diharapkan memperluas jumlah perusahaan nasional yang memasok pasar global. Anindya juga mengaitkannya dengan peluang diplomasi ekonomi dan perjanjian dagang dengan negara mitra.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.