Kemlu RI Pastikan WNI di Rusia dan Ukraina Aman Usai Serangan Drone ke Moskow
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan WNI di Rusia dan Ukraina dalam kondisi aman setelah serangan drone besar-besaran menghantam wilayah Moskow, seraya mengimbau peningkatan kewaspadaan dan pembatasan perjalanan tidak esensial ke area…
Oleh Kevin Mikael Januar
· 3 menit baca
Moskow — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan Warga Negara Indonesia di Rusia dan Ukraina dalam kondisi aman pada Senin, 21 September 2026, setelah serangan drone besar-besaran menghantam wilayah Moskow dan sekitarnya.
Mengapa ini penting: Pernyataan Kemlu RI memberi panduan resmi bagi WNI di Rusia dan Ukraina mengenai kewaspadaan dan pembatasan perjalanan ke wilayah serangan setelah eskalasi drone pada 20 September 2026.
Menurut Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, pemantauan dilakukan bersama Kedutaan Besar RI di Kyiv dan Moskow menyusul peningkatan intensitas serangan udara di kedua negara dalam beberapa hari terakhir.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Heni menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan KBRI Kyiv dan KBRI Moskow di wilayah akreditasi masing-masing, WNI di Rusia dan Ukraina hingga saat ini dilaporkan dalam kondisi aman.
Kemlu menegaskan KBRI Kyiv dan KBRI Moskow terus berkomunikasi dengan para WNI untuk memastikan keselamatan dan memperoleh informasi terkini mengenai kondisi mereka.
Imbauan Kewaspadaan untuk WNI
Kemlu melalui KBRI Kyiv dan KBRI Moskow mengimbau seluruh WNI di Ukraina dan Rusia untuk meningkatkan kewaspadaan.
Heni menyebut, kedua perwakilan RI meminta WNI menghindari perjalanan yang tidak esensial ke wilayah yang mengalami serangan, serta senantiasa memantau informasi dan arahan resmi dari otoritas setempat.
Dalam kondisi terdapat peringatan serangan, WNI diminta segera menuju tempat perlindungan dan memastikan dokumen serta kebutuhan penting mudah diakses.
Saluran Darurat KBRI
KBRI Kyiv dan KBRI Moskow membuka saluran kontak darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan konsuler di tengah situasi keamanan yang memburuk.
WNI di Ukraina dapat menghubungi KBRI Kyiv melalui nomor telepon darurat yang disediakan, sementara WNI di Rusia dapat menghubungi KBRI Moskow melalui hotline yang sama-sama disiapkan untuk keadaan darurat.
Kemlu menyatakan, nomor kontak tersebut dapat digunakan WNI untuk melaporkan kondisi, meminta informasi, atau mengajukan bantuan konsuler apabila menghadapi situasi genting.
Latar Belakang Serangan Drone ke Moskow
Pernyataan Kemlu tersebut disampaikan setelah Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran terhadap Moskow dan wilayah sekitarnya pada Minggu, 20 September 2026, bertepatan dengan hari terakhir pemungutan suara pemilihan parlemen Rusia.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyebut sistem pertahanan udara Rusia menghalau lebih dari 1.600 drone di berbagai wilayah, dengan sekitar 450 diarahkan langsung ke ibu kota.
Serangan itu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah lokasi sekitar Moskow, dan oleh otoritas Rusia digambarkan sebagai salah satu serangan drone terbesar terhadap kota tersebut sejak invasi ke Ukraina dimulai pada 2022.
Pemerintah Rusia menyatakan akan membalas dengan meningkatkan serangan presisi terhadap sasaran militer di Kyiv, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan jarak jauh negaranya ditujukan ke fasilitas strategis yang mendukung operasi militer Rusia.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Internasional

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Tiga Warga dan Lukai 21 Orang
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan tiga warga Palestina tewas dan 21 lainnya terluka akibat serangan dan tembakan militer Israel di Jalur Gaza pada…
Baca juga


