Kabar18.com

Selasa, 20 Oktober 2026

Komdigi Kaji Insentif Investasi dan Perluasan Infrastruktur Digital

Kementerian Komunikasi dan Digital mengkaji insentif frekuensi, pusat data, dan kerja sama pemerintah-swasta untuk memperluas jaringan serta menarik investasi teknologi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Lampu serat optik menyala dengan pendaran cahaya ungu dan merah muda di kegelapan.
Ilustrasi: Lampu serat optik menyala dengan pendaran cahaya ungu dan merah muda di kegelapan. · Foto: Akshar Dave🌻 / Pexels

Sanur — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pemerintah menyiapkan insentif dan regulasi yang lebih terprediksi untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia pada 19 Oktober 2026. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Bali Tech Week 2026 di Sanur, Bali.

Mengapa ini penting: Kajian insentif frekuensi, pusat data, dan kerja sama pemerintah-swasta dapat memengaruhi perluasan jaringan internet serta investasi teknologi di Indonesia.

Menurut Meutya, pemerintah mengkaji deregulasi industri telekomunikasi untuk membuka ruang investasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas manfaat internet. Pemerintah juga mempertimbangkan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha berbasis kualitas layanan serta insentif biaya hak penggunaan frekuensi untuk mendukung jaringan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Komdigi turut mengkaji fasilitas insentif bagi pusat data, termasuk peluang pengembangan investasi di luar Jawa. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem digital dan menarik investasi ke sektor teknologi.

Tiga agenda transformasi digital

Dalam Bali Tech Week 2026, Meutya menjelaskan tiga pilar agenda kementeriannya: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Terhubung berkaitan dengan pembangunan infrastruktur konektivitas, Tumbuh dengan dampak pembangunan terhadap ekonomi dan masyarakat, sedangkan Terjaga mencakup keamanan siber serta dampak teknologi terhadap masyarakat.

Bali Tech Week berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 dan memuat 13 agenda teknologi. Topiknya mencakup konektivitas, infrastruktur digital, kecerdasan artifisial, keamanan siber, ekonomi digital, pengembangan perusahaan rintisan, dan investasi.

Portal resmi Komdigi menyebut pemerintah mengarahkan kebijakan tersebut untuk memperluas manfaat internet bagi masyarakat. RRI melaporkan Meutya membuka Bali Tech Week 2026 di Sanur pada 19 Oktober 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.