Komdigi Minta Meta Jelaskan Respons AI soal Konten Karhutla di Jakarta
Komdigi meminta klarifikasi Meta setelah Meta AI mengaitkan pemblokiran akun dan konten kritik karhutla dengan permintaan hukum pemerintah. Komdigi membantah pernah memberi instruksi tersebut.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta klarifikasi Meta pada Jumat, 23 Oktober 2026, setelah Meta AI menyebut Instagram memblokir sejumlah akun dan konten kritik terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atas permintaan hukum Komdigi.
Komdigi menegaskan kementerian tidak pernah meminta platform menurunkan atau membatasi konten karhutla. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya menyatakan informasi mengenai karhutla dibutuhkan pemerintah sebagai masukan penanganan kebakaran.
Meta AI kemudian mengoreksi keterangannya. Dalam respons di Threads, chatbot itu menyebut Komdigi tidak pernah menginstruksikan platform membatasi atau menurunkan konten karhutla, serta menjelaskan bahwa jangkauan yang menurun dapat berkaitan dengan kebijakan komunitas platform.
Perdebatan tersebut juga menyangkut perbedaan antara pemblokiran dan penurunan jangkauan. Pemblokiran membuat konten tidak tersedia, sedangkan penurunan jangkauan membuat konten masih tersedia tetapi lebih jarang muncul. Komdigi menyatakan respons Meta AI bukan bukti adanya instruksi pemerintah.
Transparansi moderasi menentukan kejelasan informasi karhutla
Permintaan klarifikasi diperlukan agar publik dapat membedakan tindakan moderasi platform, penanganan algoritmik, dan permintaan hukum pemerintah. Komdigi mendorong platform memperkuat transparansi mengenai pengelolaan algoritma serta menyediakan mekanisme aduan dan banding yang dapat digunakan pengguna.
Pengguna yang merasa unggahan karhutla mengalami gangguan diarahkan untuk mengajukan aduan atau banding kepada platform terkait, kemudian melaporkannya kepada Komdigi. Pemerintah menyatakan informasi masyarakat tetap terbuka sepanjang faktual, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Meta belum memberikan konfirmasi resmi mengenai dugaan pembatasan konten karhutla. Keterangan tentang akun atau unggahan tertentu perlu dibedakan dari klaim mengenai penurunan jangkauan yang masih diperdebatkan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Teknologi
Komdigi Siapkan Perluasan Pusat Data hingga Indonesia Timur
Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan perluasan pusat data swasta ke Indonesia Timur melalui penataan lokasi, energi, konektivitas cadangan, d…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





