Langit Oranye di Paduran Sabangau Dipicu Asap Karhutla
Langit di Paduran Sabangau, Sebangau Kuala, Kalimantan Tengah, berubah oranye pekat hingga kemerahan pada 20 September 2026 akibat asap kebakaran hutan dan lahan.
Oleh Pandi Muktar
· 3 menit baca
Paduran Sabangau — Langit di wilayah Paduran Sabangau, Sebangau Kuala, Kalimantan Tengah, berubah oranye pekat hingga kemerahan pada Minggu, 20 September 2026, di tengah kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di provinsi itu.
Mengapa ini penting: Fenomena langit oranye kemerahan menunjukkan tebalnya asap karhutla dan menandakan gangguan kualitas udara yang memengaruhi keselamatan dan aktivitas warga sekitar Paduran Sabangau.
Warga setempat merekam suasana langit yang tidak biasa itu dan membagikannya di media sosial, dengan sebagian membandingkan penampakan langit dengan adegan dunia fantasi dalam anime. Menurut laporan media nasional, fenomena terjadi saat asap kebakaran hutan dan lahan menutupi atmosfer di sekitar permukiman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan perubahan warna langit di Kalimantan berkaitan dengan sebaran asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan. Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, tingginya konsentrasi partikel asap di atmosfer memengaruhi cara cahaya matahari dipantulkan dan sampai ke permukaan, sehingga langit tampak merah atau oranye.
Fenomena serupa dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur pada 19–20 September 2026. BMKG menyebut sebaran asap yang sangat luas juga berdampak pada penurunan kualitas udara di kawasan terdampak kabut asap.
Pakar astronomi dan astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa langit oranye kemerahan di Kalimantan merupakan konsekuensi ketika udara dipenuhi partikel asap. Menurut Thomas, partikel asap di atmosfer menghamburkan cahaya sehingga warna-warna dengan panjang gelombang pendek seperti ungu, biru, dan hijau terhalang dan tidak sampai ke permukaan.
Thomas menambahkan, dalam kondisi tersebut cahaya matahari yang tersisa didominasi warna kuning, jingga, dan merah, sehingga langit terlihat oranye kemerahan bagi warga di wilayah terdampak asap karhutla. Ia menegaskan fenomena ini bukan pertanda akan terjadinya bencana lain, melainkan indikasi bahwa langit sedang dipenuhi asap.
Di balik penampakan langit yang mencolok itu, kebakaran hutan dan lahan masih menjadi masalah di Kalimantan Tengah. Media nasional yang mengutip data satelit dan sistem pemantauan kebakaran melaporkan ratusan titik panas di provinsi tersebut pada pertengahan September 2026, menjadikan Kalimantan Tengah salah satu daerah dengan jumlah hotspot tertinggi secara nasional.
Kementerian Kehutanan sebelumnya menyebut Kalimantan Tengah sebagai provinsi prioritas pengendalian karhutla karena tingginya sebaran titik panas. Data resmi menunjukkan bahwa pada pertengahan September 2026 jumlah hotspot di Kalimantan Tengah sempat meningkat signifikan sebelum kemudian dilaporkan menurun dalam beberapa hari.
BMKG dan Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk waspada terhadap paparan asap dan segera melapor jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran. Pemerintah pusat dan daerah menyatakan akan terus memperkuat operasi pengendalian karhutla, termasuk pemadaman darat dan dukungan teknologi modifikasi cuaca di wilayah prioritas.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Daerah
Karhutla di Lahan Warga Desa Perigi Kapuas Hulu Dipadamkan Tim Gabungan
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di lahan milik warga Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Senin dini hari 21 Sept…
Terbaru di Lingkungan
Berita utama hari ini

Baca juga




