Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

MotoGP Mandalika Tiga Pekan Lagi: Persiapan 95 Persen, 66 Penerbangan Tambahan ke Lombok

InJourney menyatakan persiapan Grand Prix of Indonesia 9–11 Oktober 2026 sudah 95 persen dan Pemprov NTB siap menjadi tuan rumah. Maskapai mengajukan 66 penerbangan tambahan ke Lombok; okupansi hotel di NTB dilaporkan hampir penuh.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto udara kawasan Mandalika, Lombok Tengah, April 2024: lintasan Sirkuit Mandalika tampak di belakang garis pantai dan sebuah kompleks bangunan di tepi pantai.…
Foto udara kawasan Mandalika, Lombok Tengah, April 2024: lintasan Sirkuit Mandalika tampak di belakang garis pantai dan sebuah kompleks bangunan di tepi pantai. (Foto: IndoDroneMan / Wikimedia Commons, CC0)

Lombok Tengah — Tiga pekan sebelum Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bergulir pada 9–11 Oktober, InJourney menyatakan persiapan di Sirkuit Mandalika sudah 95 persen, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan siap menjadi tuan rumah. Keduanya menyampaikan hal itu seusai rapat koordinasi finalisasi di kompleks sirkuit, Kamis, 17 September 2026.

“Kita 95% sudah siap,” kata Maya Watono, Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, saat meninjau kawasan sirkuit, seperti dikutip BeritaSatu. Pembenahan, menurut dia, menyentuh aspal sirkuit, konektivitas, dan fasilitas pendukung pariwisata.

Direktur Operasi ITDC Troy Warokka, dikutip Antara, menyebut angka serupa dan menambahkan bahwa perbaikan lintasan serta sarana penunjang masih berjalan mengikuti standar Dorna, promotor kejuaraan MotoGP. Angka itu naik dari laporan detikBali yang terbit 16 September. Ketika itu Troy masih menyebut kesiapan 80 persen, dengan pekerjaan tersisa di fasilitas sirkuit, kelistrikan, akomodasi, keamanan, dan transportasi.

Akses udara menjadi salah satu perhatian utama penyelenggara. Maya mengatakan maskapai mengajukan 66 penerbangan tambahan dari dan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, sebagian besar dengan pesawat berbadan lebar. Garuda Indonesia, Pelita Air, dan Citilink menambah jadwal mulai lima hari sebelum balapan; AirAsia disebut ikut menambah.

detikBali menulis 66 itu sebagai permintaan yang masuk, sedangkan BeritaSatu menyebutnya sudah dikonfirmasi. Jumlahnya, kata Maya, masih bisa naik mengikuti permintaan. Pada hari yang sama, Dinas Perhubungan NTB yang dikutip Antara mencatat 47 penerbangan tambahan untuk periode 8–12 Oktober; angka itu disebut data sementara karena belum semua maskapai melapor.

Sebagai pembanding, IDN Times mencatat 44 penerbangan tambahan dan carter selama MotoGP Mandalika 2025. Data PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Lombok yang dikutip media itu menunjukkan 72.313 penumpang dan 730 pergerakan pesawat dalam sembilan hari layanan, 29 September hingga 7 Oktober 2025.

Mengapa ini penting

Pekan balap menguji daya tampung pariwisata NTB. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini, seperti dikutip Metro TV News, menyebut okupansi menjelang balapan hampir 100 persen. Provinsi itu memiliki sekitar 1.560 hotel dan akomodasi.

Untuk menambah daya tampung, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC membuka area kemah resmi di zona barat Kuta Beach Park, The Mandalika, mulai 8 Oktober. Bagi calon penonton, angka-angka itu berarti pilihan kamar kian terbatas.

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menarik garis lain: manfaat balapan harus sampai ke warga. Dikutip Antara, ia meminta Mandalika tidak dipandang sebagai “entitas eksklusif milik pemerintah pusat”; kawasan itu, kata dia, milik masyarakat NTB.

Menurut detikBali, ajang ini memerlukan sekitar 400 marshal, sebutan untuk petugas lintasan, dan 2.500 relawan. Jumlah pendaftar relawan, tulis media itu, sudah melampaui 4.000 orang.

Maya menyatakan pekerjaan teknis seperti marshal, tiket, administrasi, dan kebersihan dipegang tenaga lokal. Sebagian marshal asal NTB, kata dia, pernah bertugas di ajang internasional di Jepang dan Malaysia; BeritaSatu juga menyebut Australia. Maya menyebut MotoGP sebagai katalis pembangunan destinasi, bukan semata tontonan olahraga.

Angka kunci

  • 95 persen — tingkat kesiapan penyelenggaraan menurut InJourney dan ITDC per 17 September 2026.
  • 66 — penerbangan tambahan yang diajukan maskapai ke Lombok menurut InJourney; Dishub NTB mencatat 47 berdasarkan data sementara (Antara). Pada 2025 tercatat 44 penerbangan tambahan dan carter (IDN Times).
  • 72.313 — penumpang Bandara Lombok dalam sembilan hari periode MotoGP 2025 (Angkasa Pura Indonesia, dikutip IDN Times).
  • Hampir 100 persen — okupansi menjelang balapan menurut PHRI NTB; NTB memiliki sekitar 1.560 hotel dan akomodasi.
  • 2.667 — personel yang disiagakan Polda NTB untuk pengamanan, menurut detikBali.

Apa selanjutnya

Penerbangan tambahan mulai beroperasi lima hari sebelum balapan. Area kemah resmi dibuka 8 Oktober, lalu balapan berlangsung 9–11 Oktober 2026. Ini penyelenggaraan kelima di Mandalika, dan Iqbal menargetkannya menjadi yang terbaik sejak edisi pertama.

Dua pembalap Indonesia dijadwalkan turun: Mario Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3. Iqbal juga menyebut kelas Moto4, yang baru pertama kali hadir di Mandalika, akan diikuti sejumlah pembalap muda Indonesia. Soal tiket, Antara melaporkan Troy sebelumnya menyebut penjualan sudah 53 persen untuk umum dan 91 persen untuk kuota warga ber-KTP NTB.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.