Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

Prabowo Absen di Sidang Umum PBB, Diplomasi Jembatan Diuji Saat RI Kejar Kursi Dewan Keamanan

Analisis: Menlu Sugiono membawa sekitar 22 agenda dan kampanye kursi Dewan Keamanan 2029–2030 ke New York tanpa Presiden. Pengamat menilai daya tawar Indonesia berkurang; Kemlu menyebut bobot politik delegasi tetap terjaga.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 5 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: gedung Sekretariat Markas Besar PBB di tepi East River, New York, difoto pada Oktober 2023. (Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0)
Ilustrasi: gedung Sekretariat Markas Besar PBB di tepi East River, New York, difoto pada Oktober 2023. (Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0)

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto tidak berangkat ke New York pekan depan. Kementerian Luar Negeri pada Kamis, 17 September 2026, mengumumkan Menteri Luar Negeri Sugiono memimpin delegasi ke Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, saat Indonesia menggiatkan kampanye merebut kursi tidak tetap Dewan Keamanan 2029–2030.

Penjelasan resminya pendek. “Arahan Presiden untuk Menlu RI yang hadir di UNGA minggu depan, dan karena Presiden fokus terhadap urusan domestik,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, seperti dikutip CNBC Indonesia. UNGA ialah Sidang Majelis Umum PBB. Laporan Antara, CNBC Indonesia, dan RRI tidak memuat rincian urusan domestik itu.

Kepastian itu datang belakangan. Sepekan sebelumnya, 10 September, juru bicara Kemlu yang lain, Vahd Nabyl A. Mulachela, masih menyebut pemerintah menyiapkan “berbagai skenario” dan belum bisa mengonfirmasi tingkat kehadiran Indonesia, menurut Antara. The Jakarta Post, dalam laporan yang dimuat The Star, mencatat daftar pembicara sementara PBB pada awal September masih menaruh nama Prabowo di giliran keenam sesi sore hari pertama Debat Umum.

Panggung yang ditinggalkan

Tahun lalu Prabowo tampil perdana di forum itu lewat pidato 19 menit tentang multilateralisme, perdamaian, dan solusi dua negara bagi Palestina. Setelah itu ia ikut pertemuan multilateral soal Gaza yang digelar Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama delapan negara lain, tulis The Jakarta Post.

Di situlah letak kehilangannya, menurut Ahmad Rizky M. Umar, pakar hubungan internasional di Aberystwyth University. Kepada The Jakarta Post ia mengatakan Sidang Majelis Umum memberi seorang kepala negara lebih dari pidato nasional: pertemuan bilateral dan percakapan informal dengan para pemimpin kunci. Sejumlah pertemuan strategis, termasuk yang menyangkut Timur Tengah, menurut dia praktis tidak lagi terjangkau. Naskah pidato bisa disusun seindah mungkin, kata Umar, tetapi ketika menteri yang membacakannya, daya tawar dan sorotan bagi Indonesia sepanjang pekan itu berkurang.

Kemlu sudah lebih dulu menepis kesan itu. Sehari sebelum Umar berbicara, Yvonne menegaskan bobot politik delegasi tetap terjaga. “Kehadiran Menlu sebagai wakil Indonesia dalam High-Level Week UNGA sesi ke-81 tetap akan memberikan political weight,” ujarnya, dikutip CNBC Indonesia. Kementerian juga menekankan, menurut The Jakarta Post, absennya Presiden tidak menandakan komitmen Jakarta pada PBB dan diplomasi multilateral menyusut.

Mengapa ini penting

Indonesia datang ke New York dengan dua klaim sekaligus: menjadi jembatan (bridge builder) di tengah dunia yang terbelah, dan layak duduk lagi di Dewan Keamanan. Yvonne menyatakan Indonesia akan membawa suara dan prioritas negara-negara Selatan serta mendorong dewan itu lebih efektif dan responsif. “Indonesia ingin berbakti di dalam DK PBB, tak sekadar mendapat posisinya saja,” katanya, dikutip Antara.

Alat kampanye yang diumumkan Kemlu untuk New York adalah resepsi diplomatik yang dihadiri Menlu. Bila penilaian Umar tepat, yang hilang adalah lapisan di atasnya: pertemuan antarpemimpin—tahun lalu, misalnya, forum Gaza yang digelar Trump. Pertanyaannya: seberapa jauh peran jembatan bisa dijalankan ketika kepala negara tidak ada di ruangan.

Pekan yang padat di dalam negeri

Kemlu tidak mengaitkan keputusan Presiden dengan peristiwa tertentu. Yang tercatat, agenda dalam negeri pekan ini padat. Pada 14 September Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, menurut Sekretariat Kabinet. Jumat, 18 September, rupiah ditutup di Rp17.758 per dolar AS. Pasar menunggu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan depan, sementara harga minyak mentah dunia turun ke level US$95 per barel, tulis Bisnis.com.

Prabowo juga membuka kemungkinan perombakan kabinet menjelang dua tahun pemerintahannya bulan depan, lapor The Jakarta Post. Umar menawarkan bacaan lain: absennya Presiden bisa jadi kalkulasi diplomatik yang lebih taktis. Ia menunjuk hubungan dengan Amerika Serikat sebagai salah satu faktor yang mungkin, yakni perundingan alot soal akses lintas udara bagi Washington dan pengumuman kemungkinan putaran tarif baru.

Angka kunci

  • 22 pertemuan — Antara menulis “sekurangnya 22”, CNBC Indonesia dan RRI “sekitar 22 pertemuan dan agenda”, termasuk forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan MIKTA, forum konsultasi negara kekuatan menengah.
  • 22–26 dan 28 September — jadwal Debat Umum. Sidang ke-81 dibuka 8 September dengan Menlu Bangladesh Khalilur Rahman sebagai Presiden Majelis Umum.
  • Empat kali — Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan pada 1973–1974, 1995–1996, 2007–2008, dan 2019–2020 menurut laman resmi Dewan Keamanan PBB (Antara menulis 2019–2021), serta memegang presidensi dewan pada Agustus 2020.

Apa selanjutnya

Debat Umum dimulai Selasa, 22 September, dengan tema “Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua”. Hingga Sabtu, 19 September, The Jakarta Post mencatat belum jelas kapan Indonesia mendapat giliran bicara. Pesan yang disiapkan, kata Yvonne: ketahanan nasional dan kawasan sebagai jalan menuju ketahanan global, disertai dukungan bagi kemerdekaan Palestina, reformasi PBB, dan penguatan negara-negara Selatan. Resepsi kampanye Dewan Keamanan digelar di sela sidang.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.