Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

BGN Bekukan 1.276 Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, 654 Terancam Ditutup Permanen

Analisis: Badan Gizi Nasional menghentikan sementara 1.276 dapur MBG yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Sebanyak 654 di antaranya diusulkan ditutup permanen bila dalam tujuh hari tak memenuhi syarat.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: seporsi menu program Makan Bergizi Gratis dalam ompreng baja di sebuah SMP, difoto pada Juli 2025; tidak terkait dengan dapur atau kejadian yang dibe…
Ilustrasi: seporsi menu program Makan Bergizi Gratis dalam ompreng baja di sebuah SMP, difoto pada Juli 2025; tidak terkait dengan dapur atau kejadian yang diberitakan. (Foto: Fitrah 9131 / Wikimedia Commons, CC0)

JakartaBadan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara 1.276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG), karena belum memenuhi syarat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah itu diumumkan Rabu, 16 September 2026, dua hari setelah hampir 200 siswa di Sumatera diduga keracunan.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana, lewat siaran pers yang dikutip Kompas.com dan Disway, menyebut daftar itu hasil pemeriksaan kedeputiannya atas syarat higiene dan sanitasi dapur. Jawa menyumbang porsi terbesar, 927 dapur. Sumatera 239, wilayah lain 110.

Status ke-1.276 dapur itu tidak seragam. Sebanyak 821 masih mengurus pendaftaran SLHS, 447 sudah mendaftar tetapi dinilai tidak memenuhi syarat dan kelayakan, dan delapan belum terkonfirmasi statusnya.

“Kesehatan dan keselamatan penerima manfaat adalah prioritas utama. Kami tidak akan berkompromi terhadap standar kebersihan dan sanitasi,” kata Ketut Sumedana, Rabu, 16 September 2026.

Tujuh hari untuk 654 dapur

Bagian paling keras dari pengumuman itu menyangkut 654 SPPG yang digolongkan kritis. Kedeputian Ketut mengusulkan kepada pimpinan BGN agar dapur-dapur ini ditutup permanen bila dalam tujuh hari tetap tidak memenuhi ketentuan. Isinya 447 dapur yang sudah mendaftar tetapi dinilai tidak layak, 199 yang belum mendaftarkan SLHS, dan delapan yang tidak mengonfirmasi status pendaftarannya.

Dua catatan. Ini masih usulan, belum keputusan penutupan. BGN juga tidak menyebut tanggal; dihitung dari 16 September, batasnya jatuh sekitar 23 September.

Apa yang salah

SLHS bukan syarat baru. Pada 9 September, Kepala BGN Sudaryono mengumumkan penutupan sementara 1.999 dapur yang, berdasarkan pemutakhiran data bersama Kementerian Kesehatan per 7 September, sama sekali tidak mendaftar ke dinas kesehatan setempat. Jumlah itu diambil dari 27.022 dapur yang terdata.

Dua pengumuman dalam sepekan menunjukkan pola yang sama: dapur sudah beroperasi sebelum kelaikan sanitasinya dipastikan. Sumber yang ada tidak menjelaskan apakah kedua daftar beririsan.

Sudaryono menunjuk titik lemah lain, yakni bahan baku. Jumat, 18 September, ia mengatakan gangguan kesehatan terkait MBG selama 50 hari ia menjabat banyak dipicu lauk dan sayur yang rusak, terutama protein hewani seperti ayam, telur, ikan, dan daging. “Mau masaknya benar kalau bahan bakunya sudah busuk ya enggak, tetap aja,” ujarnya, dikutip Disway. BGN mulai mencatat setiap penerimaan bahan di dapur dan menyiapkan sistem semacam marketplace untuk pengadaannya.

Diagnosis serupa pernah terdengar. Januari lalu Kepala BGN saat itu, Dadan Hindayana, juga menyebut insiden umumnya berpangkal pada pelanggaran prosedur di dapur, termasuk pemilihan bahan baku, menurut NU Online.

Pemicu terbaru di Sumatera

The Jakarta Post melaporkan hampir 200 siswa di Sumatera Utara dan Sumatera Barat mengalami gejala keracunan makanan pada Senin, 14 September, setelah menyantap hidangan program ini. Bagian laporan yang terbuka bagi redaksi merinci dua sekolah di Sumatera Utara: 36 siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, dan 30 siswa MTsN 2 Asahan, 13 di antaranya masih dirawat inap hingga Selasa. Sekitar sebulan sebelumnya, 353 siswa SMA Negeri 1 Berastagi dan sekolah Yayasan Bersama, keduanya di Kabupaten Karo, mengalami kejadian serupa.

Penyebabnya belum disimpulkan. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Donal Simanjuntak, seperti dilaporkan Sumut Pos, menyatakan sampel makanan diambil untuk diperiksa bersama Dinas Kesehatan Karo, dan SPPG pemasok sekolah di Karo itu sudah dihentikan sementara oleh kantor pusat.

Mengapa ini penting

Skala program membuat kelalaian kecil berakibat besar. Per 19 Januari 2026 saja BGN mencatat 58,3 juta penerima dilayani 21.102 dapur, dan kejadian Berastagi menunjukkan satu insiden bisa menimpa ratusan siswa sekaligus. Bagi orang tua, SLHS menjadi penanda bahwa dapur pemasok sekolah anaknya sudah diperiksa kelaikan sanitasinya.

BGN menyatakan layanan tidak terputus: penerima dari dapur yang dibekukan dialihkan ke SPPG terdekat yang sudah ber-SLHS dan berkapasitas cukup. Tekanan dari luar ikut membesar. Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia bersama MBG Watch, dengan LBH Jakarta dan ICW di dalamnya, melayangkan somasi pada 10 September: moratorium dan evaluasi menyeluruh, atau gugatan warga negara bila tak dipenuhi dalam tujuh hari kalender.

Angka kunci

  • 1.276 SPPG dihentikan sementara: 927 di Jawa, 239 di Sumatera, 110 di wilayah lain (BGN, 16 September).
  • 654 SPPG kritis diusulkan ditutup permanen: 447 tidak layak, 199 belum mendaftar, 8 belum mengonfirmasi.
  • 1.999 dapur ditutup sementara pada 9 September karena tidak mendaftarkan SLHS.
  • Hampir 200 siswa diduga keracunan pada 14 September; 353 siswa dua sekolah di Kabupaten Karo sekitar sebulan sebelumnya (The Jakarta Post).

Apa selanjutnya

Ketut menyatakan BGN akan memeriksa langsung kelayakan dapur SPPG di seluruh Indonesia dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta dinas kesehatan. Status suspend dicabut setelah SLHS terbit. “Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, operasional dapat dilanjutkan sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Tiga hal patut ditunggu: keputusan pimpinan BGN atas usulan penutupan 654 dapur, hasil investigasi kejadian di Karo dan Asahan, serta langkah koalisi masyarakat sipil setelah tenggat somasinya lewat.

Sumber

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.