Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

Prabowo: Pangan dan Beras Menjadi Instrumen Strategis dalam Persaingan Global

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pangan, beras, mata uang, dan perdagangan dapat menjadi instrumen strategis dalam persaingan global saat memimpin sidang kabinet pada 21 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Foto makro tumpukan butiran beras putih mentah yang memenuhi bingkai.
Ilustrasi: Foto makro tumpukan butiran beras putih mentah yang memenuhi bingkai. · Foto: Petr Ganaj / Pexels

Istana Merdeka — Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam sidang itu, ia menyatakan pangan, beras, mata uang, serta ekspor-impor dapat menjadi instrumen strategis dalam persaingan global.

Mengapa ini penting: Pemerintah menempatkan ketersediaan pangan dan beras sebagai bagian dari ketahanan nasional ketika krisis mengganggu pasokan dari luar negeri.

Prabowo mengatakan hubungan politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan tidak dapat dipisahkan. Karena itu, ia meminta urusan bisnis, termasuk pangan dan beras, tidak dipandang semata-mata sebagai kegiatan komersial.

“Sekarang mata uang jadi senjata. Sekarang ekspor impor jadi senjata, sekarang pangan jadi senjata, beras jadi senjata. Jadi bisnis tidak bisa kita pandang murni bisnis,” kata Prabowo dalam pengantar sidang kabinet, seperti dilaporkan Liputan6.com dan CNN Indonesia.

Menurut Prabowo, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri penting ketika terjadi krisis dan pasokan internasional terganggu. Negara yang memiliki kemampuan finansial pun belum tentu dapat membeli beras dari negara lain dalam situasi tersebut.

Dalam sidang itu, Prabowo menyebut swasembada pangan sebagai salah satu prestasi utama pemerintahannya dalam dua tahun terakhir. RRI melaporkan ia menilai ketersediaan pangan menjadi modal strategis untuk menghadapi ketidakpastian global dan menjaga ketahanan nasional.

Detik melaporkan pemerintah menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, termasuk beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Prabowo juga mengatakan Indonesia mampu mempertahankan swasembada pangan di tengah kekeringan panjang pada 2025-2026. Ia menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah kontingensi untuk menghadapi perubahan kondisi iklim.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Politik

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.