Prabowo Ungkap Rencana Produksi Bensin Berbahan Baku Batu Bara
Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana pemerintah memproduksi bensin berbahan baku batu bara sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM, namun detail pelaksanaannya…
Oleh Arsyid Muhamad
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berencana mengembangkan produksi bensin berbahan baku batu bara sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur pada 19 September 2026. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mendorong pengembangan bahan bakar dari sumber daya domestik, termasuk minyak kelapa sawit, dan kini membuka peluang pemanfaatan batu bara untuk menghasilkan bensin.
Menurut pemberitaan sejumlah media ekonomi nasional, Prabowo menyebut para profesor di fakultas teknik di Indonesia telah berhasil memproduksi solar dan bensin dari kelapa sawit. Keberhasilan itu, kata dia, menjadi landasan bagi pemerintah untuk memperluas pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya lokal lain, seperti batu bara, demi mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak.
Dalam laporan media yang mengutip pernyataan Prabowo, rencana produksi bensin dari batu bara dipandang sebagai bagian dari agenda hilirisasi batu bara. Hilirisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas batu bara dan mengolahnya menjadi produk energi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sejalan dengan strategi kemandirian energi.
Sejumlah pemberitaan juga mengaitkan gagasan bensin dari batu bara dengan kebijakan energi yang sudah berjalan, seperti program campuran biodiesel berbasis minyak kelapa sawit dalam solar. Pemerintah menilai pengalaman tersebut dapat menjadi pijakan teknis untuk pengembangan lebih lanjut bahan bakar alternatif dari sumber daya domestik lainnya.
Di sisi lain, pengembangan bensin berbasis batu bara berpotensi menimbulkan sejumlah catatan kebijakan. Kajian mengenai dampak lingkungan, biaya produksi, dan kesesuaian dengan arah transisi energi jangka panjang masih menjadi ruang diskusi di kalangan pengamat dan pemangku kepentingan energi. Beberapa analisis regulasi energi menyoroti bahwa peran batu bara dalam bauran energi nasional direncanakan menurun dalam jangka panjang, meski pemerintah tetap mendorong hilirisasi seperti gasifikasi batu bara untuk mengurangi ketergantungan impor produk energi tertentu.
Hingga kini, rencana produksi bensin dari batu bara yang disampaikan Presiden Prabowo baru berada pada tahap gagasan kebijakan yang diungkap dalam forum publik. Pemerintah belum mengumumkan secara rinci proyek, lokasi, ataupun jadwal implementasi program bensin batu bara, termasuk skema investasi dan regulasi turunan yang akan mengatur pemanfaatan teknologi pencairan batu bara atau coal-to-liquid untuk produksi bensin.
Pengembangan bensin dari batu bara berpotensi memengaruhi berbagai sektor, mulai dari industri batu bara, migas, hingga lingkungan hidup. Respons lebih lanjut dari kementerian teknis dan lembaga terkait mengenai langkah konkret pelaksanaan rencana ini akan menjadi penentu arah kebijakan energi Indonesia ke depan.
Sumber
Berita berikutnya

Pemutakhiran Pemilih Berlanjut di Luar Pemilu, Cermati Tahun dan Wilayah Datanya
KPU masih memutakhirkan data pemilih pada 2026. Catatan Bengkulu dan Tabanan menunjukkan proses berbeda yang perlu dibaca sesuai wilayah, periode, dan…
Baca juga





