Kabar18.com

Minggu, 1 November 2026

PT BNE Raih Sertifikat Green Gold Label (GGL)  dari Belanda

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Presiden Direktur PT BNE, Deswan Hardjo Putra. (foto I dokumen)
Presiden Direktur PT BNE, Deswan Hardjo Putra. (foto I dokumen)

JAMBI,KABAR18.COM-PT Bersaudara Natural Energi (BNE) yang bergerak di bidang eksportir cangkang sawit kembali meraih sertifikat dari Green Gold Label (GGL) dari Belanda, 18 Oktober 2023. Sertifikat hanya diberikan kepada perusahaan kelas internasional sebagai syarat untuk masuk ke Jepang dalam bidang ekspor cangkang sawit. Sertifikat itu menandakan bahwa produksi cangkang sawit oleh perusahaan dipastikan berasal dari sumber-sumber yang berkelanjutan.

Presiden Direktur PT BNE, Deswan Hardjo Putra mengatakan, dikantonginya sertifikat GGL yang beralamat di (HGL) Boompjes 270 3011 XZ Rotterdam The Netherlands ini, semakin membuka akses perusahaannya untuk melakukan ekspor produk biomassa ke Jepang yang selama ini banyak memberikan persyaratan cukup ketat untuk menerima produk biomassa.

"Kami sudah memenuhi standar ketentuan internasional mengenai perlunya sertifikasi keberlanjutan terhadap produk-produk yang dijual atau diekspor. BNE sebagai perusahaan lokal yang sudah go internasional  sudah kredibel untuk melakukan ekspor ke negara-negara yang mewajibkan sertifikasi keberlanjutan tersebut,” ujar lulus Sarjana Ekonomi UNPAD saat ditemui di Senayan City, Jakarta, Sabtu (28/10/2023).

Sertifikat GGL yang diterima PT BNE diberikan oleh PT Carsurin Tbk selaku Badan Sertifikasi yang berpusat di Belanda. Perusahaan ini ditunjuk oleh GGL untuk melakukan pemeriksaan berkas yang diajukan PT BNE. Hasilnya telah memenuhi syarat dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Sertifikat GGL akan berlaku selama lima tahun sejak diterbitkan dan tiap tahunnya akan dilakukan audit kembali. Proses audit meliputi keterlacakan (tracebility) kebun sawit asal pasokan cangkang, utilitas produsen energi, termasuk data energi dan karbon yang harus disediakan dalam seluruh sistem rantai pasok.

Menurut Deswan, banyak kemudahan yang diperoleh perusahaan jika sudah mendapatkan sertifikat dari GGL. Salah satunya hak menjual cangkang dengan harga premium dan sertifikat itu telah diakui dunia.
"Selain PT BNE, ada 10 perusahaan di Indonesia yang mendapatkan sertifikat yang sama," tegas Sekretaris Jendral Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI) Indonesia ini.

Dengan sertikat itu, Deswan berharap ekspor cangkang tahun 2024 mendatang berjalan lancar sehingga bisa memenuhi target ekspor 100 ribu ton pertahun ke Jepang, 140 ribu ton ke Thailand, 100 ribu ton ke Taiwan dan 100 ribu ton ke China.
"Untuk stok cangkang di Indonesia tidak ada kendala. Begitu soal harga mengikuti harga pasar," pungkasnya.(**)

 

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.