Kemendagri Jelaskan Dana Rp1 Triliun untuk Pemda di Jakarta
Kemendagri menegaskan Rp1 triliun merupakan total insentif apresiasi pemerintah daerah pada gelombang ketiga. Mulai tahun depan, tata kelola MBG menjadi salah satu kriteria penilaian.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 31 Oktober 2026 menegaskan anggaran insentif Rp1 triliun untuk pemerintah daerah pada gelombang ketiga merupakan total dana apresiasi kinerja, bukan alokasi penuh khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menjelaskan, insentif fiskal tersebut diberikan untuk menilai berbagai capaian pemerintah daerah. Penilaian mencakup tata kelola pemerintahan, transparansi, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, penanganan stunting, pengurangan pengangguran dan kemiskinan, serta pengendalian inflasi.
Pelaksanaan MBG akan menjadi salah satu kriteria tambahan dalam penilaian mulai tahun depan. Kemendagri akan memperhatikan keberhasilan tata kelola, ketepatan sasaran, transparansi, dan kemampuan daerah membangun ekosistem ekonomi lokal melalui program tersebut.
Penilaian MBG menjadi bagian dari kinerja pemda
Klarifikasi ini penting karena angka Rp1 triliun sebelumnya dikaitkan secara khusus dengan pelaksanaan MBG. Kemendagri menyatakan dana itu adalah pagu keseluruhan insentif fiskal untuk apresiasi pemerintah daerah, sedangkan MBG hanya salah satu parameter baru dalam skema penilaian.
Besaran penghargaan dalam kategori penilaian yang disebutkan terdiri atas Rp3 miliar untuk peringkat pertama, Rp2 miliar untuk peringkat kedua, dan Rp1 miliar untuk peringkat ketiga. Dana insentif dialokasikan oleh Kementerian Keuangan dan ditransfer langsung ke kas daerah terkait.
Mulai tahun depan, keberhasilan pelaksanaan MBG akan dinilai bersama indikator kinerja daerah yang telah berjalan. Rumusan indikator spesifik untuk program tersebut disiapkan melalui koordinasi Kemendagri dan Badan Gizi Nasional, termasuk kemungkinan pengukuran melalui capaian penurunan stunting atau kualitas pelayanan MBG.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Tokoh
Sudaryono Umumkan Transformasi MBG 2.0 di Jakarta
Kepala BGN Sudaryono mengevaluasi tata kelola, keamanan pangan, dan pengawasan MBG saat 100 hari kepemimpinannya. Ia mengumumkan transformasi MBG 2.0…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





