Rosan Sebut Investasi Indonesia Tembus Rp3.923,2 Triliun di Jakarta
Rosan Roeslani menyebut realisasi investasi Indonesia mencapai Rp3.923,2 triliun sejak kuartal IV 2024 hingga kuartal III 2026. Investor menuntut kepastian usaha.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyebut realisasi investasi Indonesia mencapai Rp3.923,2 triliun sejak kuartal IV 2024 hingga kuartal III 2026 dalam acara Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
Angka tersebut mencakup realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Rosan mengatakan kepercayaan investor terhadap Indonesia masih tinggi karena investor mempertimbangkan stabilitas politik, keamanan, dan iklim investasi.
Menurut Rosan, kepastian dalam menjalankan usaha menjadi faktor penting bagi investor. Mereka membutuhkan kondisi yang terukur, terstruktur, dan dapat diprediksi untuk mengambil keputusan investasi jangka panjang. Pemerintah juga mencatat realisasi investasi Januari hingga September 2026 sebesar Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target tahun tersebut.
Investasi di luar Jawa memberi konteks pemerataan
Data pemerintah menunjukkan investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total realisasi, sedangkan investasi di Jawa sebesar Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen. Komposisi itu menjadi konteks penting bagi pembaca daerah karena memperlihatkan bahwa lebih dari separuh investasi tercatat di luar Jawa.
Rosan juga menegaskan bahwa angka yang disampaikan merupakan investasi yang telah direalisasikan, bukan sekadar kesepakatan atau nota kesepahaman. Realisasi tersebut dilaporkan menyerap 5.485.944 tenaga kerja selama periode dua tahun pemerintahan Prabowo.
Pemerintah menempatkan kepastian usaha, stabilitas, dan iklim investasi sebagai faktor yang perlu dijaga agar modal yang masuk dapat memberi dampak lebih luas. Laporan yang tersedia tidak menyebut langkah lanjutan khusus mengenai pemerataan dampak investasi ke daerah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Politik
Wantimpres Bahas Draf Pertimbangan Perdana untuk Presiden Prabowo
Wantimpres menggelar rapat pleno keempat di Jakarta pada 29 Oktober 2026 untuk membahas draf pertimbangan bagi Presiden Prabowo dalam tiga bidang stra…
Terbaru di Analisis
Berita utama hari ini

Baca juga





