Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

Rosan Sebut Investasi Indonesia Tembus Rp3.923,2 Triliun di Jakarta

Rosan Roeslani menyebut realisasi investasi Indonesia mencapai Rp3.923,2 triliun sejak kuartal IV 2024 hingga kuartal III 2026. Investor menuntut kepastian usaha.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Derek konstruksi kuning berdiri di atas bangunan bertingkat yang sedang dibangun dengan latar langit biru.
Ilustrasi: Derek konstruksi kuning berdiri di atas bangunan bertingkat yang sedang dibangun dengan latar langit biru. · Foto: Efe Burak Baydar / Pexels

Jakarta — Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyebut realisasi investasi Indonesia mencapai Rp3.923,2 triliun sejak kuartal IV 2024 hingga kuartal III 2026 dalam acara Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Angka tersebut mencakup realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Rosan mengatakan kepercayaan investor terhadap Indonesia masih tinggi karena investor mempertimbangkan stabilitas politik, keamanan, dan iklim investasi.

Menurut Rosan, kepastian dalam menjalankan usaha menjadi faktor penting bagi investor. Mereka membutuhkan kondisi yang terukur, terstruktur, dan dapat diprediksi untuk mengambil keputusan investasi jangka panjang. Pemerintah juga mencatat realisasi investasi Januari hingga September 2026 sebesar Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target tahun tersebut.

Investasi di luar Jawa memberi konteks pemerataan

Data pemerintah menunjukkan investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total realisasi, sedangkan investasi di Jawa sebesar Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen. Komposisi itu menjadi konteks penting bagi pembaca daerah karena memperlihatkan bahwa lebih dari separuh investasi tercatat di luar Jawa.

Rosan juga menegaskan bahwa angka yang disampaikan merupakan investasi yang telah direalisasikan, bukan sekadar kesepakatan atau nota kesepahaman. Realisasi tersebut dilaporkan menyerap 5.485.944 tenaga kerja selama periode dua tahun pemerintahan Prabowo.

Pemerintah menempatkan kepastian usaha, stabilitas, dan iklim investasi sebagai faktor yang perlu dijaga agar modal yang masuk dapat memberi dampak lebih luas. Laporan yang tersedia tidak menyebut langkah lanjutan khusus mengenai pemerataan dampak investasi ke daerah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.