Kabar18.com

Sabtu, 24 Oktober 2026

Kemenkeu Nyatakan SBN Tetap Aman di Tengah Gejolak Pasar Saham

Kementerian Keuangan menilai imbal hasil SBN tenor 10 tahun sebesar 7,4% masih terkendali. Pemerintah menyebut kepercayaan investor terhadap obligasi negara tetap tinggi di tengah konsultasi MSCI.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangan seseorang menghitung uang dolar di atas meja bersama ponsel, laptop, dan dokumen grafik.
Ilustrasi: Tangan seseorang menghitung uang dolar di atas meja bersama ponsel, laptop, dan dokumen grafik. · Foto: Tima Miroshnichenko / Pexels

Jakarta — Kementerian Keuangan menyatakan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 7,4% masih terkendali pada 23 Oktober 2026, di tengah gejolak pasar saham dan konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai kemungkinan penurunan status pasar Indonesia.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Herman Saheruddin mengatakan kenaikan imbal hasil tersebut belum menunjukkan hilangnya kepercayaan investor terhadap obligasi pemerintah. Data Investing.com mencatat imbal hasil SBN pemerintah tenor 10 tahun naik ke 7,4% pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Pemerintah menilai posisi itu masih relatif terkendali jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang turut menghadapi volatilitas pasar keuangan global. Dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah menetapkan target imbal hasil SBN sebesar 6,9%.

MSCI sebelumnya membuka konsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Otoritas Jasa Keuangan telah melakukan sejumlah upaya untuk merespons konsultasi tersebut. Herman menyampaikan penilaian Kementerian Keuangan itu saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Imbal hasil SBN menjadi indikator kepercayaan investor

Perkembangan imbal hasil SBN penting karena instrumen ini menjadi salah satu sumber pembiayaan APBN. Kenaikan imbal hasil dapat memengaruhi biaya penerbitan utang baru pemerintah, sementara stabilitas pasar obligasi membantu menjaga pembiayaan negara tetap berjalan.

Kementerian Keuangan menyatakan kenaikan imbal hasil masih berada dalam rentang yang dapat diantisipasi dan belum memicu pelebaran defisit APBN melewati ambang batas 3%. Penilaian tersebut menjadi konteks bagi pemerintah ketika pasar saham menghadapi tekanan akibat rencana konsultasi MSCI.

Herman menyebut koordinasi untuk menghadapi berbagai risiko terus dilakukan. Bank Indonesia mengamati arus keluar modal asing yang juga menyentuh SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.