Kabar18.com

Jumat, 6 November 2026

Trump Ultimatum Iran, Harga Minyak Melemah dan Pasar Keuangan Goyah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran sembari membuka peluang pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela Sidang Umum PBB, yang memicu pelemahan harga minyak dunia dan menekan…

Oleh

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Siluet pompa angguk minyak dengan latar langit senja biru dan jingga.
Ilustrasi: Siluet pompa angguk minyak dengan latar langit senja biru dan jingga. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Washington DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran dan menyebut sedang berada dalam fase pengambilan keputusan terkait perang dengan negara tersebut. Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip sejumlah media, Trump menyatakan bahwa opsi yang ada di mejanya mencakup menghancurkan Iran, membiarkan negara itu melemah secara ekonomi, atau merundingkan suatu kesepakatan.

Menurut laporan media internasional yang dikutip media Indonesia, Trump mengatakan dirinya mempertimbangkan apakah dan kapan akan menghancurkan seluruh Iran, serta memperingatkan bahwa akan ada perkembangan besar jika Teheran tidak mengubah sikapnya. Ia menegaskan bahwa Iran perlu menjaga sikap dan mengisyaratkan bahwa Washington siap mengambil langkah militer maupun tekanan ekonomi bila tidak tercapai jalan keluar diplomatik.

Di sisi lain, Trump tetap menyampaikan sinyal bahwa jalur diplomasi belum tertutup. Dalam wawancara yang sama, ia menyatakan keterbukaan untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Sejumlah media ekonomi mencatat bahwa pernyataan ini dipandang pasar sebagai peluang meredanya ketegangan, meski ancaman militer tetap disampaikan.

Harapan atas upaya diplomasi tersebut berkontribusi pada pelemahan harga minyak mentah dunia. Media keuangan melaporkan harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) turun pada perdagangan Senin, dengan Brent dan WTI masing-masing melemah sekitar 2 persen dan menembus level terendah dalam lebih dari sepekan. Laporan lain menyebut harga Brent untuk pengiriman November turun sekitar 0,9 persen ke kisaran US$102–103 per barel, sementara WTI turun sekitar 1 persen ke kisaran US$99 per barel.

Media pasar modal Indonesia mencatat bahwa sentimen pernyataan Trump dan peluang pertemuan dengan Presiden Iran turut mempengaruhi aset berisiko, termasuk di Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan Senin pagi melemah sekitar 0,4 persen ke kisaran 6.400-an. Pada saat yang sama, rupiah terdepresiasi ke sekitar Rp17.800 per dolar Amerika Serikat, mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap dinamika geopolitik dan pergerakan harga energi global.

Di pasar komoditas, harga minyak yang melemah namun masih bertahan di kisaran US$100 per barel menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menimbang risiko gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah dengan potensi deeskalasi jika jalur diplomasi benar-benar ditempuh. Beberapa analis pasar yang dikutip media keuangan menilai bahwa sinyal diplomasi Amerika Serikat dan Iran membantu menahan kenaikan harga minyak yang sebelumnya sempat menguat akibat ketidakpastian konflik.

Sementara itu, dari pihak Iran, sejumlah pejabat menyampaikan bahwa Teheran memiliki syarat-syarat tertentu sebelum bersedia kembali ke meja perundingan. Media di Iran dan internasional memberitakan bahwa tokoh-tokoh politik Iran menuntut penghentian perang, pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan, dan perubahan kebijakan Amerika Serikat di kawasan sebelum proses diplomasi bisa berjalan. Mereka menyatakan menunggu tanggapan resmi dari Presiden Trump atas tuntutan tersebut.

Perkembangan hubungan Amerika Serikat–Iran ini menjadi salah satu faktor utama yang diawasi pelaku pasar global. Dengan ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dan sensitivitas pasar keuangan domestik terhadap gejolak global, pernyataan Trump dan respons Iran diperkirakan akan terus mempengaruhi pergerakan harga energi, nilai tukar, dan pasar saham Indonesia dalam waktu dekat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.