AirNav Indonesia Pamerkan Inovasi AI di Arlington
AirNav Indonesia memaparkan inovasi navigasi penerbangan berbasis AI di Arlington, Virginia. Bersama Telkom University, AirNav mengembangkan NOTAM yang mengubah bahasa biasa menjadi format terstandar.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Arlington — AirNav Indonesia memperkenalkan inovasi navigasi penerbangan berbasis digital dan kecerdasan buatan dalam forum internasional di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, pada 30 Oktober 2026. Paparan itu berlangsung dalam sesi Business Briefing pada rangkaian Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission yang diselenggarakan United States Trade and Development Agency.
Inovasi yang diperkenalkan mencakup pertukaran informasi penerbangan, pengembangan kecerdasan buatan, serta pemantauan gangguan sinyal navigasi satelit. AirNav menyampaikan pengembangan tersebut sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan navigasi udara nasional.
Bersama Telkom University, AirNav juga mengembangkan teknologi penyusunan Notice to Airmen (NOTAM) berbasis AI. Sistem itu memanfaatkan model bahasa besar untuk mengubah masukan dalam bahasa biasa menjadi format NOTAM yang terstandar. NOTAM merupakan pemberitahuan informasi penting bagi komunitas penerbangan.
Pengembangan ini ditujukan untuk mempercepat penyusunan informasi penerbangan. Namun, laporan mengenai kolaborasi AirNav dan Telkom University menegaskan bahwa AI berfungsi sebagai alat pendukung. Keputusan yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan tetap berada pada manusia.
AI AirNav mempercepat informasi yang dibutuhkan penerbangan
Bagi pembaca nasional, pengembangan tersebut menunjukkan penerapan AI pada layanan publik yang mendukung keselamatan dan kelancaran penerbangan. Informasi navigasi yang tersusun lebih cepat dapat membantu kebutuhan operasional komunitas penerbangan, sedangkan proses pemeriksaan manusia tetap menjadi bagian dari pengendalian keselamatan.
Kolaborasi AirNav dan Telkom University sebelumnya menghasilkan prototipe NOTAM AI Generator yang diinisiasi sejak 2024 dan menjalani peluncuran awal pada 2025. Sistem itu disebut dapat menghasilkan NOTAM dalam sekitar satu menit sebelum diperiksa dan diverifikasi validator.
AirNav dan Telkom University juga mengembangkan sistem penjadwalan otomatis untuk personel Air Traffic Control (ATC), atau pengatur lalu lintas udara. Sistem tersebut dirancang untuk membantu pengaturan jadwal dengan memperhatikan batas kerja dan waktu istirahat personel ATC.
Program Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission berlangsung pada 26 Oktober hingga 6 November 2026 dan melibatkan delegasi Indonesia serta Filipina. Dalam forum itu, delegasi dipertemukan dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk membahas kebutuhan teknologi serta peluang kerja sama keselamatan dan keamanan penerbangan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Iran Usulkan Negosiasi Empat Hari dengan AS dan Buka Hormuz
Iran mengusulkan pemangkasan pelaksanaan rencana kesepakatan dengan Amerika Serikat dari tujuh hari menjadi empat hari. Proposal mencakup Selat Hormuz…
Terbaru di Teknologi

Baca juga





