LG Perluas Mesin Cuci AI Berkapasitas 25 Kilogram di Jakarta
LG memperluas portofolio mesin cuci AI di Indonesia dengan model bukaan depan, bukaan atas, dan WashTower. Salah satu modelnya berkapasitas 25 kilogram dan mendukung LG ThinQ.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — LG memperluas pilihan mesin cuci berbasis kecerdasan buatan di Indonesia pada 30 Oktober 2026, mencakup model bukaan depan, bukaan atas, dan WashTower.
Pengembangan tersebut mencakup teknologi AI DD atau Artificial Intelligence Direct Drive dan AI Wash. Teknologi itu dirancang untuk mengenali karakteristik cucian, lalu menyesuaikan proses pencucian sesuai kebutuhan.
Salah satu produk berkapasitas besar yang ditawarkan adalah LG WashTower WT2520NHBA. Perangkat ini menggabungkan mesin cuci berkapasitas 25 kilogram dan pengering berkapasitas 20 kilogram dalam susunan vertikal.
LG juga menawarkan mesin cuci bukaan atas TX2522ST5G dengan kapasitas 22 kilogram. Pengguna dapat mengakses sejumlah fungsi pintar melalui aplikasi LG ThinQ, termasuk memantau dan mengendalikan perangkat melalui ponsel pintar, sesuai kemampuan setiap model.
Perluasan pilihan menyasar kebutuhan cucian berkapasitas besar
Informasi ini relevan bagi konsumen Indonesia yang mencari perangkat dengan kapasitas pencucian besar sekaligus fitur otomatis. Portofolio LG mencakup beberapa bentuk perangkat, sehingga pilihan tidak hanya terbatas pada mesin cuci bukaan depan.
LG menyatakan perluasan tersebut bertepatan dengan 36 tahun kehadirannya di Indonesia. Perusahaan menyiapkan rangkaian LG AI Wash Exhibition di empat kota, termasuk Jakarta. Pameran itu memberi kesempatan kepada konsumen untuk melihat dan mencoba inovasi mesin cuci LG secara langsung.
Model WT2520NHBA juga tercantum dalam laman LG Indonesia dengan kapasitas mesin cuci 25 kilogram dan pengering 20 kilogram. Laman tersebut menyebut konektivitas LG ThinQ dapat digunakan untuk memulai pencucian, memeriksa status perangkat, mengunduh siklus baru, serta memantau konsumsi energi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hiburan
Akademi Oscar Tetap Utamakan Karya Manusia Ketika Kecerdasan buatan (AI) Digunakan dalam Pembuatan Film.
Presiden Academy Lynette Howell Taylor menyatakan Oscar tetap mengutamakan keunggulan dan alur kerja manusia meski AI telah digunakan dalam pascaprodu…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





