Bahlil Siap Eksekusi Arahan Prabowo Soal Bensin dari Batu Bara
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan siap mengeksekusi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan produksi bensin dari batu bara, dengan fokus pada kajian teknologi, kerja sama industri, dan upaya memperkuat ketahanan serta…
Oleh Arsyid Muhamad
· 3 menit baca
Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan kementeriannya siap mengeksekusi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan produksi bensin dari batu bara sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Pernyataan Bahlil disampaikan seusai menghadiri kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-81 Kementerian ESDM di Jakarta pada 21 September 2026. Dalam keterangannya, ia menegaskan komitmen Kementerian ESDM untuk menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Presiden terkait optimalisasi pemanfaatan sumber energi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.
Bahlil menjelaskan, arahan Prabowo mengenai pemanfaatan batu bara untuk memproduksi bensin berangkat dari kebutuhan mengoptimalkan seluruh potensi energi domestik di tengah ketidakpastian geopolitik global. Menurut dia, teknologi saat ini memungkinkan batu bara berkalori rendah diolah menjadi minyak dan gas, sehingga dapat menjadi salah satu sumber energi alternatif.
Ia menyebut pemerintah akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan terlebih dahulu mengkaji kesiapan teknologi dan skema kerja sama. Sejumlah perusahaan telah menyampaikan minat untuk bekerja sama mengembangkan pengolahan batu bara menjadi sumber energi, termasuk bensin. Kementerian ESDM juga melakukan kajian potensi cadangan batu bara nasional serta dampak program ini terhadap ketahanan energi dan devisa.
Menurut Bahlil, tujuan pengembangan bensin dari batu bara adalah menekan ketergantungan impor energi dan menjaga devisa tetap beredar di dalam negeri. Ia menyatakan Kementerian ESDM siap menjalankan kebijakan hilirisasi batu bara yang diarahkan Presiden, sepanjang kajian teknis dan ekonominya menunjukkan kelayakan.
Arahan Presiden Prabowo terkait bensin dari batu bara sebelumnya disampaikan dalam acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada 19 September 2026. Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan bahwa para akademisi dari fakultas teknik di Indonesia telah berhasil mengembangkan solar dan bensin dari kelapa sawit, dan pemerintah selanjutnya ingin memproduksi bensin dari batu bara sebagai bagian dari strategi bahan bakar berbasis sumber daya domestik.
Prabowo menyebut pengembangan bensin dari batu bara sebagai langkah lanjutan setelah program bauran bahan bakar berbasis minyak kelapa sawit seperti B50 untuk solar. Dengan memanfaatkan batu bara sebagai bahan baku bensin, pemerintah berharap dapat memperkuat swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.
Sejumlah media ekonomi nasional memberitakan bahwa rencana bensin dari batu bara ini akan dikaitkan dengan kebijakan hilirisasi batu bara yang sudah berjalan, termasuk proyek gasifikasi untuk menghasilkan produk bernilai tambah. Kementerian ESDM diharapkan mengintegrasikan kebijakan baru ini dengan program hilirisasi yang ada agar memberikan manfaat ekonomi dan energi yang maksimal.
Bahlil menegaskan bahwa langkah eksekusi kebijakan akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah akan mengkaji kesiapan infrastruktur, teknologi, dan pendanaan, serta memperhitungkan dampak lingkungan dari pemanfaatan batu bara sebagai bahan baku bensin. Ia menyatakan setiap keputusan akan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan nasional jangka panjang.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Pemerintahan
Berita utama hari ini

Baca juga


