Kabar18.com

Rabu, 21 Oktober 2026

Greenpeace Soroti Dampak Krisis Iklim di Jakarta

Greenpeace Indonesia menilai krisis iklim memperburuk kesehatan, mata pencaharian, pendapatan, dan biaya pangan warga rentan. Temuan itu disampaikan di Jakarta pada 20 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan dari atas kawanan ternak berkumpul di tanah retak mengelilingi payung.
Ilustrasi: Pemandangan dari atas kawanan ternak berkumpul di tanah retak mengelilingi payung. · Foto: Ashraful Islam Shimul / wikimedia (Openverse), CC BY 4.0

Jakarta — Greenpeace Indonesia pada Selasa, 20 Oktober 2026, membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk mendesak pemerintah lebih serius menangani krisis iklim dan kerusakan lingkungan. Pesan pada spanduk itu antara lain “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” serta “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait mengatakan krisis iklim semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok pekerja yang berada dalam kondisi ekonomi rentan. Menurut Greenpeace, cuaca ekstrem dan bencana ekologis mengancam keselamatan serta kesehatan, sekaligus mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan, dan mendorong kenaikan harga pangan.

Greenpeace menyampaikan temuan itu bersamaan dengan rilis riset berjudul Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah. Riset tersebut mencakup delapan kelompok masyarakat di wilayah Jabodetabekjur, Bandung Raya, dan Yogyakarta Raya. Sebanyak 41 persen responden melaporkan dampak pada pola konsumsi dan biaya pangan, sedangkan 39 persen merasakan dampak pada produktivitas dan pendapatan. Sebanyak 20 persen lainnya menyebut akses tempat tinggal dan biaya transportasi.

Krisis iklim menekan kesehatan dan biaya hidup warga

Greenpeace menilai dampak krisis iklim tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrem dapat menghambat aktivitas ekonomi dan memperbesar pengeluaran rumah tangga. Kabut asap berkepanjangan juga disebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan mengganggu kegiatan ekonomi sehari-hari.

Aksi di Bundaran HI berlangsung ketika demonstrasi mahasiswa dijadwalkan digelar di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari yang sama. Agenda itu dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB di Tugu Proklamasi dan pukul 15.00 WIB di Tugu Tani. Spanduk Greenpeace kemudian diturunkan oleh petugas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    Analisis

    IHSG Rebound ke 5.201, Reformasi BEI Diuji

    IHSG menguat 4,18 persen ke level 5.201,4 pada sesi I perdagangan 20 Oktober 2026. Investor masih menunggu pelaksanaan konsisten reformasi BEI di teng…

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.