Greenpeace Soroti Dampak Krisis Iklim di Jakarta
Greenpeace Indonesia menilai krisis iklim memperburuk kesehatan, mata pencaharian, pendapatan, dan biaya pangan warga rentan. Temuan itu disampaikan di Jakarta pada 20 Oktober 2026.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Greenpeace Indonesia pada Selasa, 20 Oktober 2026, membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk mendesak pemerintah lebih serius menangani krisis iklim dan kerusakan lingkungan. Pesan pada spanduk itu antara lain “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” serta “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”.
Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait mengatakan krisis iklim semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok pekerja yang berada dalam kondisi ekonomi rentan. Menurut Greenpeace, cuaca ekstrem dan bencana ekologis mengancam keselamatan serta kesehatan, sekaligus mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan, dan mendorong kenaikan harga pangan.
Greenpeace menyampaikan temuan itu bersamaan dengan rilis riset berjudul Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah. Riset tersebut mencakup delapan kelompok masyarakat di wilayah Jabodetabekjur, Bandung Raya, dan Yogyakarta Raya. Sebanyak 41 persen responden melaporkan dampak pada pola konsumsi dan biaya pangan, sedangkan 39 persen merasakan dampak pada produktivitas dan pendapatan. Sebanyak 20 persen lainnya menyebut akses tempat tinggal dan biaya transportasi.
Krisis iklim menekan kesehatan dan biaya hidup warga
Greenpeace menilai dampak krisis iklim tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrem dapat menghambat aktivitas ekonomi dan memperbesar pengeluaran rumah tangga. Kabut asap berkepanjangan juga disebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan mengganggu kegiatan ekonomi sehari-hari.
Aksi di Bundaran HI berlangsung ketika demonstrasi mahasiswa dijadwalkan digelar di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari yang sama. Agenda itu dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB di Tugu Proklamasi dan pukul 15.00 WIB di Tugu Tani. Spanduk Greenpeace kemudian diturunkan oleh petugas.
Sumber
- Arina.id — media berita nasional
- Greenpeace Indonesia — organisasi lingkungan dan sumber pernyataan
- NU Online — media berita nasional
- pasjabar.com
- aspek.id
- wartaekonomi.co.id
- Kontan — established national business news organisation reporting Greenpeace’s October 20 Jakarta action and stated impacts
- Liputan6 — established national news organisation reporting the Jakarta action and Greenpeace research on income, health, and living costs
- Espos — established regional news organisation reporting the research findings on food costs, income, and household impacts
- Ketik.com — regional news organisation reporting the action and impacts on health, livelihoods, income, and household costs
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Analisis
IHSG Rebound ke 5.201, Reformasi BEI Diuji
IHSG menguat 4,18 persen ke level 5.201,4 pada sesi I perdagangan 20 Oktober 2026. Investor masih menunggu pelaksanaan konsisten reformasi BEI di teng…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





