Wamenkeu Minta Bea Cukai Jaga Kelancaran Impor di Jakarta
Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman meminta Bea Cukai menyeimbangkan pengawasan dan kelancaran arus barang. Lebih dari 70% impor Indonesia menopang produksi domestik.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjaga keseimbangan antara pengawasan dan kelancaran arus barang dalam perdagangan internasional pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Nurkholisoh menyampaikan bahwa lebih dari 70% impor Indonesia merupakan bahan baku dan barang setengah jadi yang mendukung kegiatan produksi dalam negeri. Karena itu, proses kepabeanan perlu berlangsung waspada sekaligus cepat agar tidak menghambat perekonomian.
Ia menyebut kawasan perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeriksaan, tetapi juga menjadi bagian dari lini produksi Indonesia. Administrasi kepabeanan berada di persimpangan kebijakan fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan masyarakat.
Kelancaran impor berkaitan dengan produksi dalam negeri
Bagi pelaku industri, arus bahan baku dan barang setengah jadi berhubungan langsung dengan keberlangsungan kegiatan produksi. Pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan perdagangan internasional berjalan sesuai ketentuan, tetapi pemeriksaan yang lambat dapat memengaruhi aktivitas ekonomi.
Pesan tersebut disampaikan Nurkholisoh dalam 6th WCO RTC Indonesia International Conference 2026 di Jakarta. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai merupakan unit di bawah Kementerian Keuangan yang menjalankan fungsi kepabeanan dan cukai.
Kontan juga melaporkan bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan barang penolong industri dalam negeri. Dalam laporan itu, Nurkholisoh kembali menyebut lebih dari 70% impor Indonesia berupa bahan baku dan barang antara yang mendukung produksi domestik.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Analisis
IHSG Rebound ke 5.201, Reformasi BEI Diuji
IHSG menguat 4,18 persen ke level 5.201,4 pada sesi I perdagangan 20 Oktober 2026. Investor masih menunggu pelaksanaan konsisten reformasi BEI di teng…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga





