Kabar18.com

Rabu, 21 Oktober 2026

Wamenkeu Minta Bea Cukai Jaga Kelancaran Impor di Jakarta

Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman meminta Bea Cukai menyeimbangkan pengawasan dan kelancaran arus barang. Lebih dari 70% impor Indonesia menopang produksi domestik.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah kapal kargo bermuatan peti kemas bersandar di dekat derek pelabuhan.
Ilustrasi: Sebuah kapal kargo bermuatan peti kemas bersandar di dekat derek pelabuhan. · Foto: lucas hegaard / Pexels

Jakarta — Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjaga keseimbangan antara pengawasan dan kelancaran arus barang dalam perdagangan internasional pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Nurkholisoh menyampaikan bahwa lebih dari 70% impor Indonesia merupakan bahan baku dan barang setengah jadi yang mendukung kegiatan produksi dalam negeri. Karena itu, proses kepabeanan perlu berlangsung waspada sekaligus cepat agar tidak menghambat perekonomian.

Ia menyebut kawasan perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeriksaan, tetapi juga menjadi bagian dari lini produksi Indonesia. Administrasi kepabeanan berada di persimpangan kebijakan fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan masyarakat.

Kelancaran impor berkaitan dengan produksi dalam negeri

Bagi pelaku industri, arus bahan baku dan barang setengah jadi berhubungan langsung dengan keberlangsungan kegiatan produksi. Pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan perdagangan internasional berjalan sesuai ketentuan, tetapi pemeriksaan yang lambat dapat memengaruhi aktivitas ekonomi.

Pesan tersebut disampaikan Nurkholisoh dalam 6th WCO RTC Indonesia International Conference 2026 di Jakarta. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai merupakan unit di bawah Kementerian Keuangan yang menjalankan fungsi kepabeanan dan cukai.

Kontan juga melaporkan bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan barang penolong industri dalam negeri. Dalam laporan itu, Nurkholisoh kembali menyebut lebih dari 70% impor Indonesia berupa bahan baku dan barang antara yang mendukung produksi domestik.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    Analisis

    IHSG Rebound ke 5.201, Reformasi BEI Diuji

    IHSG menguat 4,18 persen ke level 5.201,4 pada sesi I perdagangan 20 Oktober 2026. Investor masih menunggu pelaksanaan konsisten reformasi BEI di teng…

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.