Kabar18.com

Minggu, 20 September 2026

Iran Kirim Syarat Damai ke AS, Tiga Butirnya Ada di Memorandum Juni

Kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei menunggu jawaban Trump atas syarat yang dititipkan lewat Qatar. Penghentian perang, pencabutan blokade, dan pencairan dana tertulis di butir 1, 4, dan 11 memorandum yang kedaluwarsa pada Agustus.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 5 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip 2020: citra satelit MODIS milik NASA memperlihatkan Selat Hormuz, dengan Iran di utara dan Jazirah Arab di selatan. (Foto: MODIS Land Rapid Response…
Foto arsip 2020: citra satelit MODIS milik NASA memperlihatkan Selat Hormuz, dengan Iran di utara dan Jazirah Arab di selatan. (Foto: MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC / Wikimedia Commons, Public domain)

Teheran — Iran menitipkan kepada Qatar syarat untuk kembali berunding dengan Amerika Serikat (AS) dan menunggu jawaban Presiden Donald Trump. Kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakannya dalam wawancara eksklusif Al Jazeera, Sabtu, 19 September 2026.

Rezaei menyebut tiga syarat: perang berhenti di semua front, dana Iran yang dibekukan dicairkan, dan blokade laut AS diakhiri. Ketiganya tertulis dalam memorandum 14 butir yang diteken Trump pada 17 Juni dan kedaluwarsa pada Agustus.

Rezaei, yang baru sekitar sebulan menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan konsultasi dengan mediator Qatar dan Pakistan masih berjalan. Ia sekaligus memperingatkan: bila AS menyerang lagi, balasan Iran mencakup pangkalan militer dan kepentingan dagang AS di kawasan. “Kami siap untuk perang yang menentukan,” katanya dalam wawancara yang dimuat Al Jazeera dalam bahasa Inggris.

Kapan syarat itu dikirim tidak jelas, tulis Australian Associated Press (AAP). Pada hari yang sama Rezaei menulis di X bahwa tujuh syarat sudah disampaikan ke Washington tanpa merincinya, menurut Gulf News dan Iran International. Laporan-laporan itu tidak memuat jawaban Gedung Putih.

Kepada Axios pada 17 September Trump mengatakan sedang menimbang apakah AS kembali menyerang Iran besar-besaran, tulis RFE/RL. Ia dijadwalkan bertemu pemimpin enam negara Teluk di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 22 September.

Butir 1, 4, dan 11 memorandum Islamabad

Perang pecah lewat serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Memorandum Islamabad lahir dari perundingan di Pakistan. Penandatanganannya dimajukan dari jadwal semula agar Selat Hormuz lebih cepat dibuka, tulis Vatican News.

Teks memorandum di arsip The American Presidency Project, yang diberi catatan berstatus draf, memuat ketiga tuntutan Rezaei. Butir 1 menyatakan operasi militer berhenti segera dan permanen di semua front, termasuk Lebanon. Butir 4 mewajibkan AS mulai mencabut blokade laut begitu memorandum diteken dan mengakhirinya dalam 30 hari. Butir 11 menjanjikan dana Iran yang dibekukan bisa dipakai sepenuhnya, dengan tata cara yang dirundingkan kemudian. Imbalannya ada di butir 5: Iran mengupayakan pelayaran niaga yang aman dan tanpa pungutan di Selat Hormuz selama 60 hari.

Butir 3 memberi waktu paling lama 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir. Perpanjangan perlu persetujuan kedua pihak dan itu tidak terjadi, tulis AAP. Washington menuduh Iran melanggar memorandum dengan menyerang kapal tanker di Hormuz. Kepada Al Jazeera, Rezaei menjawab tindakan Iran baru terjadi setelah AS menyerang Bandar Abbas, dan menuduh AS keluar sepihak dari komite penyelesaian sengketa.

Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) menyebut tiga syarat itu tuntutan lama yang diulang. Pada 15 September Rezaei masih menolak berunding sebelum syarat Iran dipenuhi.

Militer AS: 1 miliar barel lewat Hormuz, nol dari Iran

Pada Sabtu, 19 September, Panglima Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper menyampaikan hasil blokade lewat video di akun X CENTCOM. Militer AS, katanya, mendukung transit 1 miliar barel minyak melewati Selat Hormuz dalam 2 bulan terakhir. Iran, dalam kutipan berbahasa Inggris yang dimuat AAP, “mengekspor nol barel”.

Pemantau pelayaran mencatat lalu lintas masih jauh di bawah masa sebelum perang, dan pasukan Iran masih menyerang kapal, tulis AAP. Sebelum perang, sekitar seperlima minyak dan gas yang diperdagangkan dunia melewati selat itu.

Minyak mentah Indonesia 89,43 dolar AS, asumsi anggaran 70 dolar

Ke Indonesia, perang itu sampai lewat harga minyak. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) Agustus 89,43 dolar AS per barel. Harga itu naik 7,75 dolar AS dari Juli. Dalam siaran pers 11 September, kementerian itu menyebut ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah sebagai pendorong, dan kebuntuan diplomasi sebagai penahan turunnya harga.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 memakai asumsi ICP 70 dolar AS per barel. Patokan itu setara sekitar Rp1,16 juta dengan kurs asumsi Rp16.500 per dolar AS, menurut hitungan Tempo. ICP Agustus berada 19,43 dolar AS, atau hampir 28 persen, di atas patokan itu. Hitungan ini membandingkan harga satu bulan dengan asumsi setahun, bukan dengan rata-rata tahun berjalan. Untuk September ESDM memperkirakan ICP 83–87 dolar AS, sedangkan Brent pada 17 September diperdagangkan 105,64 dolar AS menurut laporan Reuters.

Beban selisih harga itu bagi subsidi energi diurai dalam laporan Kabar18 pada 18 September.

Sikap resmi Jakarta tertuang, antara lain, dalam pernyataan pemerintah 8 Maret. Isinya: AS dan Israel diminta menghentikan serangan ke Iran, Iran diminta berhenti menyerang negara tetangganya, dan semua pihak didorong kembali ke meja perundingan.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi dijadwalkan tiba di Teheran pada Minggu, 20 September. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut kunjungan itu urusan bilateral. Ia mengatakan tidak mengetahui ada pesan AS yang dibawa, tulis Express Tribune dan Gulf News.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.