Ekonom Proyeksikan Inflasi Oktober Melandai di Indonesia
Ekonom memperkirakan inflasi Oktober 2026 melandai, dengan proyeksi tahunan 3,14% hingga 3,46%. Cabai dan beras masih menjadi risiko tekanan harga pangan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Ekonom memproyeksikan inflasi Indonesia pada Oktober 2026 melandai, meski cabai dan beras masih menjadi sumber tekanan harga pangan.
Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David E. Sumual memperkirakan inflasi tahunan berada pada level 3,14% dan inflasi bulanan 0,14%. Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata Faisal Rachman memproyeksikan inflasi tahunan 3,19% dan bulanan 0,19%.
Proyeksi berbeda disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz. Ia memperkirakan inflasi Oktober mencapai 0,45% secara bulanan dan 3,46% secara tahunan, naik dari 3,28% pada September 2026. Menurut Faiz, kenaikan terutama dipicu cabai merah dan cabai rawit akibat kendala pasokan dan distribusi.
Tekanan pangan diperkirakan sebagian tertahan oleh penurunan harga daging ayam. Namun, harga beras tetap menjadi perhatian, sementara kenaikan komoditas hortikultura diperkirakan memberi tekanan lebih besar.
Proyeksi inflasi menjadi perhatian rumah tangga
Perbedaan proyeksi menunjukkan bahwa arah inflasi Oktober sangat dipengaruhi perkembangan harga pangan. Cabai dan beras berkaitan langsung dengan biaya konsumsi harian, sehingga perubahan pasokan dan distribusi dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
Harga rata-rata cabai merah keriting di pasar tradisional mencapai Rp80.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras segar Rp37.200 per kilogram. Kenaikan cabai terjadi di tengah kendala pasokan dan distribusi akibat kemarau panjang.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan inflasi Oktober sebesar 0,19% secara bulanan dan 3,19% secara tahunan. Ia menilai volatilitas inflasi pangan melambat, tetapi cabai merah masih menjadi risiko utama.
Badan Pusat Statistik dijadwalkan mengumumkan data inflasi Oktober 2026 pada awal November. Angka resmi tersebut akan menentukan apakah proyeksi para ekonom sesuai dengan perkembangan harga selama bulan berjalan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kesehatan
Kemenkes Naikkan 66 RSUD untuk Dekatkan Layanan KJSU
Kementerian Kesehatan menaikkan status 66 RSUD dari Kelas D menjadi Kelas C. Sebanyak 21 RSUD telah menyelesaikan pembangunan untuk memperluas layanan…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





