Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

Ekonom Proyeksikan Inflasi Oktober Melandai di Indonesia

Ekonom memperkirakan inflasi Oktober 2026 melandai, dengan proyeksi tahunan 3,14% hingga 3,46%. Cabai dan beras masih menjadi risiko tekanan harga pangan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Banyak cabai merah dijemur di atas nampan anyaman bambu.
Ilustrasi: Banyak cabai merah dijemur di atas nampan anyaman bambu. · Foto: SunLi S / Pexels

Jakarta — Ekonom memproyeksikan inflasi Indonesia pada Oktober 2026 melandai, meski cabai dan beras masih menjadi sumber tekanan harga pangan.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David E. Sumual memperkirakan inflasi tahunan berada pada level 3,14% dan inflasi bulanan 0,14%. Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata Faisal Rachman memproyeksikan inflasi tahunan 3,19% dan bulanan 0,19%.

Proyeksi berbeda disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz. Ia memperkirakan inflasi Oktober mencapai 0,45% secara bulanan dan 3,46% secara tahunan, naik dari 3,28% pada September 2026. Menurut Faiz, kenaikan terutama dipicu cabai merah dan cabai rawit akibat kendala pasokan dan distribusi.

Tekanan pangan diperkirakan sebagian tertahan oleh penurunan harga daging ayam. Namun, harga beras tetap menjadi perhatian, sementara kenaikan komoditas hortikultura diperkirakan memberi tekanan lebih besar.

Proyeksi inflasi menjadi perhatian rumah tangga

Perbedaan proyeksi menunjukkan bahwa arah inflasi Oktober sangat dipengaruhi perkembangan harga pangan. Cabai dan beras berkaitan langsung dengan biaya konsumsi harian, sehingga perubahan pasokan dan distribusi dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

Harga rata-rata cabai merah keriting di pasar tradisional mencapai Rp80.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras segar Rp37.200 per kilogram. Kenaikan cabai terjadi di tengah kendala pasokan dan distribusi akibat kemarau panjang.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan inflasi Oktober sebesar 0,19% secara bulanan dan 3,19% secara tahunan. Ia menilai volatilitas inflasi pangan melambat, tetapi cabai merah masih menjadi risiko utama.

Badan Pusat Statistik dijadwalkan mengumumkan data inflasi Oktober 2026 pada awal November. Angka resmi tersebut akan menentukan apakah proyeksi para ekonom sesuai dengan perkembangan harga selama bulan berjalan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.