Kabar18.com

Senin, 2 November 2026

FKUI Dorong Pemantauan Kesehatan Warga dari Asap Karhutla di Jakarta

FKUI mendorong pencegahan karhutla dan pemantauan kesehatan untuk melindungi kelompok rentan dari paparan asap. Studi pascakebakaran juga direncanakan.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) mendorong pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta pemantauan kesehatan untuk melindungi anak dan kelompok berisiko dari paparan asap pada 1 November 2026.

FKUI menyatakan dampak asap perlu ditangani melalui pencegahan paparan, deteksi dini risiko kesehatan, dan tindak lanjut berbasis bukti ilmiah. Kelompok yang memerlukan perlindungan sesuai tingkat risikonya mencakup anak-anak, orang lanjut usia, penderita penyakit kronis, dan pekerja yang terpapar.

Pemantauan dapat meliputi tumbuh kembang anak, batuk atau mengi berulang, pengendalian asma, serta pemeriksaan fungsi paru jika tersedia. FKUI juga mendorong pemantauan kualitas udara, penyediaan ruang udara bersih di sekolah, rumah bebas asap, vaksinasi yang mutakhir, gizi baik, dan pencegahan kebakaran hutan serta lahan.

Pemantauan kesehatan membantu melindungi kelompok rentan

Paparan asap kebakaran hutan dan lahan dapat memengaruhi kesehatan secara berbeda sesuai karakteristik individu, kondisi kesehatan, tingkat paparan, dan lingkungan. Pada anak, paparan kronis dikaitkan dengan risiko gangguan pertumbuhan paru, asma persisten, penyakit paru obstruktif kronis, hambatan pertumbuhan, serta masalah kognitif.

Universitas Indonesia dan Ikatan Alumni Magister Kedokteran Kerja juga merencanakan studi mengenai dampak kesehatan lanjutan pada pekerja dan masyarakat pascakebakaran. Studi itu akan menilai kondisi kesehatan dalam rentang satu hingga tiga bulan setelah kejadian, dengan fokus pada gejala sisa saluran pernapasan dan keluhan kesehatan lain yang berkaitan dengan paparan. Penelitian tersebut dikoordinasikan melalui Klaster Occupational & Environmental Health IMERI dan Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI.

Hasil studi diharapkan mendukung edukasi, skrining, dan pemantauan kesehatan sesuai kebutuhan kelompok terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.