Kadin Targetkan Ekspor Indonesia Menjadi US$330 Miliar
Kadin Indonesia menargetkan ekspor naik 10 persen dari sekitar US$300 miliar menjadi US$330 miliar per tahun. Diversifikasi pasar diharapkan membuka peluang lebih besar bagi UMKM.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada Kamis, 29 Oktober 2026 menyampaikan target kenaikan ekspor Indonesia sebesar 10 persen menjadi US$330 miliar per tahun dengan fokus diversifikasi pasar global.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan target itu disampaikan seusai pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Jakarta Pusat. Melalui inisiatif We Buy from Indonesia, Kadin mendorong kenaikan ekspor dari sekitar US$300 miliar menjadi US$330 miliar per tahun.
Anindya mengatakan perluasan pasar diarahkan ke sejumlah kawasan, antara lain Uni Eropa, Asia Tengah, dan Amerika Utara. Kadin juga ingin agar peningkatan ekspor lebih inklusif sehingga pelaku usaha dalam rantai pasok, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperoleh peluang lebih besar.
Diversifikasi pasar membuka ruang lebih besar bagi UMKM
Target tersebut penting bagi pembaca nasional karena berkaitan dengan daya saing produk Indonesia, peluang pasar bagi UMKM, serta penguatan ekspor di luar komoditas utama. Anindya menyebut sekitar US$60 miliar dari kemampuan ekspor US$300 miliar ditopang komoditas seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan baja.
Sisa sekitar US$240 miliar ditopang sektor industri dan manufaktur. Kadin mendorong pembukaan perdagangan baru agar produk bernilai tambah dan lebih banyak pelaku usaha Indonesia masuk ke pasar global.
Inisiatif We Buy from Indonesia menjadi dorongan untuk menaikkan ekspor 10% dari US$ 300 miliar menjadi US$ 330 miliar. Anindya menilai peningkatan ekspor dan investasi dapat menjadi kontribusi dunia usaha dalam menjaga stabilitas rupiah.
Peluncuran inisiatif tersebut berlangsung dalam Rapimnas Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 29 Oktober 2026. Target kenaikan ekspor diharapkan memperkuat cadangan devisa serta nilai tukar rupiah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Lingkungan
Pertamina Uji Pengumpulan Minyak Jelantah lewat Koperasi di Banyumas
Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi menguji pengumpulan minyak jelantah melalui empat koperasi di Banyumas. Program ini menargetkan 500.000…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga





